Onlinekoe.com|Asahan Sumut – Persoalan dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 30 persen, Jasa Pelayanan (Jaspel) BPJS Kesehatan 17 persen serta pemotongan Jasa Jaminan persalinan (Jampersal) sekian persen di 29 Puskesmas dibawah naungan Dinas Kesehatan menjadi pembicaraan hangat masyarakat Kabupaten Asahan.
Tokoh pemuda yang juga merupakan Ketua Gerakan Muda Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (GM KB FKPPI) Kabupaten Asahan, Doly Dien Nurul Amin Simbolon, dengan tegas meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Asahan dan Inspektorat untuk segera melakukan pemeriksaan dan penyelidikan disertai penyitaan surat pertanggungjawaban keuangan terhadap 29 Kepala Puskesmas, Rabu (23/2) di Kisaran.
“Bahkan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap oknum pemegang program kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Jasa Pelayanan BPJS Kesehatan dan Jampersal, bendahara di masing-masing Puskesmas maupun oknum pejabat Dinas Kesehatan yang diduga terlibat melakukan dugaan korupsi,” harap Doly.
Sebelumya, menurut keterangan serta pengakuan para nakes yang bertugas di beberapa Puskesmas di Kabupaten Asahan bahwa dana BOK itu di potong sebesar 30 persen. Sedangkan pemotongan Jaspel BPJS Kesehatan sebesar 17 persen, lain lagi pemotongan jasa Jaminan Persalinan (Jampersal) sekian persen, yang merupakan pengungkapan beberapa orang tenaga kesehatan yang enggan namanya disebutkan, kemarin di Kisaran, melalui Whats-App (WA).
Dikatakan Nakes tersebut, pemotongan dana BOK, Jaspel BPJS Kesehatan dan jasa Jampersal itu saat pencairan dimasing-masing Puskesmas. Kalau pencarian dana BOK per triwulan, pencarian Jaspel BPJS Kesehatan dan Jampersal setiap bulannya.
“Nah, disitulah terjadi dugaan pemotongan oleh sejumlah oknum pemegang program dan oknum di Puskesmas masing-masing. Pemotongan dana BOK yang 30 persen itu diduga untuk dinas,” ucap Nakes itu, setelah mendengar keterangan dan pengakuan dari Survailence IM di Puskesmas Simpang Empat, Nakes Air Teluk Kiri Kecamatan Teluk Dalam.
Sementara oknum FS sebagai pemegang program BOK di Puskesmas Simpang Empat saat dikonfirmasi awak media melalui Whats-App, Selasa (22/2), belum memberikan tanggapan. Sama halnya dengan oknum Survailence IM di Puskesmas Simpang Empat saat dikonfirmasi melalui Whats-App tak berkomentar, hanya contreng warna biru di WA miliknya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dr Nanang Fitria Aulia, saat dikonfirmasi awak media melalui Whats-App mengatakan, terima kasih atas informasinya. Dirinya mengatakan akan tindak lanjuti dan cari kebenarannya, Rabu (23/2). (SN)







