Beranda Ragam 8 Kampung Dapat Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Dusun Margajaya

8 Kampung Dapat Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Dusun Margajaya

LAMPUNG TENGAH – Sangat minimnya pupuk bersubsidi dikalangan petani, delapan Kampung di Kecamatan Anak Tuha  Lampung Tengah, mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk Organik di Dusun Margajaya Kampung Bumi Aji Sabtu, (30/12/18) lalu.

upaya Pemerintah Lampung Tengah dalam menjadikan petani diwilayahnya lebih mandiri terus digalakkan, memberdayakan potensi dilingkungan dengan cara membuat pupuk Organik.

Pembuatan pupuk organik ini terus di tebar pemkab Lamteng di masyarakat kalangan petani. karena tingkat kesuburan tanah saat ini sudah memprihatinkan.

Hal ini disampaikan disampaikan oleh Edy Sumarno penyuluh pertanian kecamatan setempat,  alternatif dalam menagkal kekurangan pupuk di petani adalah pupuk organik.

“Jadi bahan-bahan yang ada di sekitar kita dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik dari bahan seperti sisa jerami limbah, Sabut kelapa,  arang sekam,  jolomit,  terus di komposer dengan kotoran hewan yang akan kita olah menjadi pupuk organik,”ujarnya.

Dipelatihan ini juga,  kata Edy,  untuk menghasilkan pupuk organik yang sesuai harapan petani, ini dalam pengolahan di ajarkan tata caranya.

“bahan yang sudah di campur minimal seminggu sekali dilakukan pembalikan agar bahan tersebut bisa tercampur merata,  jadi pupuk organik sudah bisa siap pakai,  itulah kegunaan menggunakan komposer bisa menghemat waktu, kalau tidak bisa 3 bulan pupuk baru bisa digukan,”jelasnya.

Edy Sumarno juga berharap kegiatan sepert ini tidak berhenti begitu saja di tingkat kelompok atau petani,” Kemaren kita sudah berkomitmen tindak lanjut dari kelompok tani,  kondisi sekarang yang pupuk kimia atau subsidi yang selalu kurang bisa minimal terbantu dengan pupuk organik,”harap Edy.

Untuk menghasilkan hasil pertanian yang maksimal, program pelatihan Pembuatan pupuk organik ini merupakan salah satu kegiatan yang di danai oleh APBK yamg di sebut pembinaan Kelompok.

Menurut  Kirman salah satu anggota Kelompok tani dari kampung Bumi Aji mengakui kegiatan seperti ini harus cukup mendapat apresiasi dari rekan-rekanya dari kampung lain.

“Sangat senang juga si mas, karena memang benar pupuk bersubsidi sudah mulai langka dan susah untuk kami dapatkan, pelatihan ini saya harap tidak berhenti disini saja,  harus ada tindak lanjut dan pengawasan dari pemerintah supaya program bisa benar-benar di berjalan,”pungkas kirman. (sp/N)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here