Onlinekoe.com | Agam – Bupati Agam, Dr.H.Andri Warman, MM, meresmikan program “Buang Sampah-Beli Sampah (BS-BS)” dan Bank Sampah Sumber Berkah di UPT Pengolahan Sampah, Sungai Jariang, Kamis (25/7/2024).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam, Afniwirman dalam sambutannya mengatakan, bahwa program BS-BS bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat terkait pembuangan sampah menjadi kesempatan untuk mendapatkan imbalan finansial.
“Sampah organik seperti sisa dapur rumah tangga dihargai Rp100 per kilogram, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dihargai Rp1.000 per kilogram,” kata Afniwirman dalam keterangannya.
Ia juga menegaskan, bahwa bank sampah induk telah didirikan untuk bekerjasama dengan unit-unit bank sampah di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), wali nagari, puskesmas, dan sekolah. Pembayaran untuk sampah yang dibeli dilakukan dengan sistem menabung, di mana masyarakat akan menerima pembayaran setelah mengumpulkan sampah selama tiga atau enam bulan.
“Sampah organik akan diolah menjadi kompos dengan harga jual Rp1.000 per kilogram, yang akan memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Andri Warman juga mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam berkomitmen untuk menciptakan inovasi dalam pengelolaan sampah, termasuk pengolahan sampah plastik menjadi berbagai jenis bahan bakar menggunakan teknologi inovatif.
“Upaya ini diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan,” harap Bupati Agam itu.
Ia sebut Khusus untuk pengolahan sampah plastik menggunakan inovasi mesin yang diciptakan oleh Musafik dari UMKM bank sampah padat karya asal Malalak Utara yang telah menerima penghargaan dari majalah tempo tahun 2023.
“Dengan menggunakan mesin ini, sampah plastik dapat diolah dan menghasilkan BBM seperti premium, solar dan minyak tanah, sedangkan untuk sampah rumah tangga non plastik diolah menjadi bahan pupuk organik,” terangnya.
Pihaknya berharap, program ini akan meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat.
Dihadiri oleh berbagai pihak penting seperti kepala OPD, Camat Lubuk Basung, Wali Nagari se-Lubuk Basung, kepala sekolah, perwakilan Perbankan, BUMN/BUMD, serta perusahaan lain di Lubuk Basung.
Acara tersebut ditutup dengan pemukulan tabuah dan penandatanganan komitmen bersama oleh semua tamu yang hadir. (Warman/ IKP Diskominfo)







