Onlinekoe – Selama empat hari berturut-turut Aksi Mahasiswa Bengkulu di depan kantor gubernur Bengkulu dan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu hingga tadi malam di depan Hotel Mercure tempat Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) menginap. Mahasiswa meyampaikan aspirasinya kepada Wapres RI, Selasa (27/05), pukul 19.30 – 24.00 WIB.
Dalam aksi lanjutan yang kali ini ditujukan langsung kepada Wakil Presiden RI yang sedang melakukan kunjungan kerja di Bumi Rafflesia Bengkulu akibat dilanda gempa bumi.
“Mahasiswa Garda terdepan suarakan Kepentingan Rakyat”, aksi dimulai sejak pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga larut malam. Para aktivis dipimpin oleh orator perempuan dari barisan mahasiswa meneriakkan seruan keras agar rakyat Bengkulu bersatu dalam menyuarakan kondisi darurat yang tengah dialami masyarakat Bengkulu.
Mulai dari darurat gempa bumi banyak rumah penduduk rusak ditambah darurat Krisis (langka) BBM mengakibatkan macet perekonomian masyarakat Bengkulu.
Selebaran berisi aspirasi rakyat di bagikan kepada warga yang melintas, berisi tuntutan-tuntutan konkret terhadap pemerintah pusat dan daerah. Aksi sengaja di gelar malam hari sebagai bentuk penghormatan terhadap kunjungan agenda resmi Wapres RI, namun dengan tekad kuat agar suara mahasiswa tetap terdengar lantang.
Situasi mulai memanas pada pukul 20.10 WIB, saat barisan massa mulai di desak mundur oleh aparat gabungan dari Polri, TNI AD, dan Polisi Militer yang mendapat pengawasan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Ketegangan memuncak saat enam orang aktivis diamankan oleh aparat kepolisian sekitar pukul 21.20 WIB.
Bahkan, tiba-tiba yang mengejutkan terjadi pukul 22.00 WIB, Wapres RI Gibran Rakabuming Raka keluar dan menyempatkan diri menyalami langsung para aktivis di pelataran Hotel Mercure. Kehadiran singkat itu berlangsung dalam pengamanan ketat dan menuai sorakan semangat dari massa aksi.
Wapres RI Gibran menyapa aktivis mahasiswa Bengkulu yang hadir dengan akrab.
“Teriak salah satu aktivis mudah Bengkulu menyambut dan menyampaikan Bengkulu Lumpuh Krisis BBM. Diduga Gubernur Bengkulu Tidak Becus” Ucapnya.
Sehingga menjadi perhatian pengguna jalan yang lewat dan tamu penghuni hotel. disambut semangat Aktivis Bengkulu, terus Gaungkan dan Perjuangkan Rakyat teriak massa menyambut gestur simbolis dari orang nomor dua di republik ini.
Aksi berlanjut hingga pukul 23.30 WIB, meski orasi sudah mereda, namun penjagaan ketat masih terlihat di sekitar lokasi. Esok paginya, mendapat informasi bahwa keenam aktivis yang sempat diamankan telah di bebaskan dalam keadaan sehat. (jlg)







