Tanjungpinang – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Generasi Anak Melayu (DPP GERAM) Provinsi Kepulauan Riau, Aryandi, menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus menegaskan desakan keras kepada pihak Bea Cukai Tanjungpinang agar segera bertindak tegas dan nyata terhadap peredaran rokok ilegal tanpa cukai yang kian marak di Kota Tanjungpinang dan wilayah-wilayah lainnya di Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media, Aryandi menyoroti bahwa peredaran rokok ilegal bukan hanya merupakan bentuk pelanggaran hukum dan merugikan negara secara fiskal, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan aparat di jalur distribusi barang di wilayah perbatasan.
> “Kami, Generasi Anak Melayu (GERAM) Kepri, sangat menyesalkan masih lemahnya tindakan konkret dari pihak Bea Cukai Tanjungpinang dalam menindak tegas rokok-rokok ilegal yang bebas dijual di warung-warung kecil, kios kaki lima, hingga lapak daring di Kota Tanjungpinang. Ini bukan persoalan sepele, tetapi bentuk nyata pembiaran terhadap praktik ilegal yang menggerogoti kedaulatan ekonomi negara,” tegas Aryandi.
Ia juga menambahkan bahwa banyak produk rokok ilegal yang beredar tidak memiliki pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu, sehingga tidak hanya menimbulkan kerugian pendapatan negara, tetapi juga mengancam keadilan bagi pelaku usaha rokok legal yang patuh terhadap regulasi.
Lebih lanjut, Aryandi meminta Bea Cukai tidak hanya melakukan razia simbolis, melainkan menyusun strategi komprehensif dan berkelanjutan untuk memutus rantai distribusi rokok ilegal yang diyakini masuk dari pelabuhan-pelabuhan tikus maupun jalur distribusi ilegal lainnya.
> “Ini bukan sekadar penegakan hukum, ini menyangkut integritas lembaga negara. Jika Bea Cukai tidak bisa menindak tegas, maka publik berhak mempertanyakan, ada apa sebenarnya di balik pembiaran ini? Apakah ada oknum yang bermain? Apakah ada praktik pembiaran sistematis yang melibatkan orang dalam?” ujar Aryandi dengan nada serius.
DPP GERAM Kepri juga menyatakan siap memberikan dukungan moral dan data investigatif lapangan kepada aparat penegak hukum jika memang dibutuhkan dalam proses penindakan lebih lanjut. Aryandi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh dibiarkan terus-menerus menjadi korban dari praktik ilegal yang terselubung dan merusak ini.
Sebagai organisasi kepemudaan yang berbasis budaya dan moralitas Melayu, GERAM Kepri menilai bahwa melindungi generasi muda dari bahaya rokok ilegal juga menjadi bagian penting dalam menjaga masa depan bangsa.
> “Kami tidak akan tinggal diam. Jika aparat yang berwenang diam, maka kami akan bersuara lebih lantang. Jangan biarkan Kepri ini menjadi sarang praktik ilegal yang tak tersentuh hukum,” pungkas Aryandi.
Rokok ilegal tanpa cukai diketahui tidak melalui proses pengawasan mutu, dan sering kali tidak mencantumkan informasi kandungan zat berbahaya. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena dampaknya bukan hanya pada ekonomi negara, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi sasaran empuk pasar gelap.
Pernyataan Aryandi ini diharapkan menjadi tamparan keras bagi institusi terkait agar segera melakukan langkah konkret, terukur, dan transparan dalam menyikapi masalah ini, dan tidak membiarkan praktik ilegal terus bersemi di wilayah perbatasan yang strategis seperti Kepulauan Riau. (Anwar)







