Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat pondasi tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel dengan menggelar Rapat Pembahasan Penegasan Kembali Batas Wilayah Administrasi, Senin, 30 Juni 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat II, Kantor Bupati Bandar Seri Bentan itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, dan dihadiri oleh jajaran strategis pemerintah daerah, termasuk para perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh Camat, serta Lurah dan Kepala Desa yang wilayahnya berbatasan langsung.
Langkah ini tidak hanya sekadar rutinitas birokrasi, melainkan merupakan langkah afirmatif dalam rangka menciptakan kepastian hukum atas batas-batas administratif pemerintahan, baik di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun desa. Penegasan batas wilayah dinilai sangat krusial sebagai fondasi bagi jalannya urusan pemerintahan, perencanaan pembangunan, distribusi anggaran, hingga efisiensi dalam pelayanan publik. Tak kalah penting, hal ini juga bertujuan meminimalisir potensi konflik kewenangan, tumpang tindih layanan, serta disharmonisasi antar wilayah yang selama ini berisiko muncul akibat ketidakjelasan batas administratif.
> “Persoalan batas wilayah bukan sekadar titik koordinat di atas peta. Ini adalah akar dari seluruh sistem tata kelola daerah. Ketika batas jelas, maka tanggung jawab, hak, dan kewenangan setiap elemen pemerintahan juga akan lebih terukur dan terarah,” tegas Ronny Kartika dalam arahannya.
Dalam rapat tersebut, Ronny Kartika secara lugas menekankan bahwa seluruh proses penataan wilayah administratif harus mengacu pada regulasi formal serta peta resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat. Ia juga menegaskan pentingnya adanya integrasi data spasial yang akurat dan sinkron antar wilayah. Seluruh Camat, Lurah, hingga Kepala Desa diwajibkan untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan serta proaktif menyerahkan dokumen dan data pendukung yang valid.
Kenyataannya, meskipun Pemerintah Kabupaten Bintan telah mengantongi dokumen batas wilayah di sebagian besar kecamatan, sebagian besar data tersebut masih dalam bentuk arsip fisik non-digital. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam konteks kecepatan dan ketepatan akses data untuk pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, Ronny menyatakan bahwa percepatan digitalisasi dokumen batas wilayah menjadi urgensi utama yang tidak bisa ditunda.
> “Kita berada dalam era kebijakan berbasis data. Maka tidak ada lagi ruang untuk menunda digitalisasi. Data batas wilayah harus terdigitalisasi secara sistematis dan legal, agar menjadi acuan sah dalam menyusun rencana pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi jangka panjang,” papar Ronny.
Rapat ini menjadi bagian integral dari roadmap besar reformasi tata kelola wilayah di Kabupaten Bintan. Pemerintah menilai bahwa penegasan batas wilayah administratif adalah langkah awal, namun sangat menentukan dalam menciptakan pemerintahan daerah yang tangguh, adaptif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan secara objektif dan terukur.
Dengan mengedepankan prinsip partisipatif melalui pelibatan lintas sektor—mulai dari OPD hingga aparatur tingkat desa—Pemerintah Kabupaten Bintan ingin membangun kemauan kolektif untuk menyelesaikan seluruh proses teknis dan administratif terkait penataan batas wilayah secara menyeluruh. Koordinasi intensif pun terus dilakukan dengan lembaga-lembaga kunci seperti Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau guna memastikan harmonisasi data dan legalitas dokumen.
Pemerintah Kabupaten Bintan berharap bahwa melalui penegasan ulang batas wilayah ini, tidak hanya kejelasan administratif yang diperoleh, tetapi juga meningkatnya kualitas pelayanan publik, optimalisasi distribusi anggaran pembangunan, serta penguatan legitimasi wilayah yang berdampak pada stabilitas sosial dan politik lokal.
“Tata kelola wilayah yang presisi akan melahirkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inilah arah pembangunan Bintan yang kita cita-citakan bersama,” tutup Ronny dengan penuh optimisme. (Anwar)







