Mesuji – Beberapa waktu lu sempat geger kawasan register 45 Mesuji ada penampakan jejak kaki Harimau Sumatra di media sosial bertepatan di hutan kawasan di Kabupaten Mesuji.
BKSDA SKW III Bengkulu dan KPH Sungai Buaya bergerak cepat pada (08/06/2025), dengan memasang perangkap harimau. Namun selama satu bulan ini pemasangan perangkap tersebut belum juga ada tanda-tanda harimau tertangkap.
“Kurang lebih satu bulan sudah terpasang perangkap harimau kita pasang belum ada tanda-tanda. Berdasarkan hasil analisa kami dan hasil wancara dengan pihak perushaan tidak ada jejak atau tanda-tanda dari harimau maka dari itu kita akhiri pemasangan perangkap tersebuti,” Jelas Muhammad Husin Kanit Pol HUT SKW III BKSDA Bengkulu Lampung Rabu (16/7/2025).
Masih dijelaskan oleh Husin pengangkatan perangkap sudah memenuhi bahasa waktu dan akan di pindahkan ke Lampung Barat karena ada ternak warga yang diserang oleh beruang.
“Perangkap ini akan kita pindahkan ke Lampung Barat. Karena beberapa waktu lalu ada laporan warga bahwa kambing miliknya di serang oleh Beruang, maka kami akan memasang disana, ” Pungkasnya.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sungai Buaya, Edi Hermanto juga membenarkan bahwa hari ini rabu 16/7/2025 BKSDA telah melakukan pengangkatan Perangkap harimau di PT Alba V.
“Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh BKSDA, KPH Sungai Buaya dan pihak perusahaan keberadaan harimau maupun jejaknya tidak ada tanda-tanda. Maka dari itu kami memutuskan untuk melakukan pengangkatan perangkap harimau tersebut.” Jelasnya.
Edi juga menjelaskan dengan tidak Harimau tersebut pihaknya cukup senang karena tidak menjadi konflik dengan satwa liar tersebut.
“Kami cukup senang karena tidak adanya harimau itu dan potensi menimbulkan korban. Terutama korban manusia, dan korban materi lainnya berupa ternak masyaraka. Tapi dari satu sisi juga kita bersama perusahaan punya kewajiban, mempertahankan ekosistem di areal konservasi areal lindung yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, melalui tata ruang RKO RKT perusahaan agar tetap lestari, ” Ujarnya
Edi juga berpesan kepada pekerja dan warga setempat agar tetap waspada. Karena di hutan tempat tinggal satwa liar dan kita sama sama menjaga ekosistem. (Bal)







