Onlinekoe.com | Agam – Banjir kembali menerjang kawasan Pasa Maninjau, Kabupaten Agam, bertepatan dengan pergantian tahun. Bupati Agam Benni Warlis, memaparkan kondisi terkini serta langkah penanganan bencana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pada Kamis (1/1/2026).
Dalam wawancara daring bersama Metro TV, Bupati Agam menyampaikan bahwa dirinya telah meninjau langsung lokasi terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 255 warga terpaksa mengungsi di beberapa titik pengungsian.
Ia menjelaskan, sejak 25 Desember lalu telah terjadi lima kali peristiwa longsor di kawasan tersebut. Longsor kembali terjadi tepat pada malam pergantian tahun, sekitar pukul 00.00 WIB. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat aliran banjir yang tidak stabil dan berpotensi meluas ke wilayah permukiman lainnya.
“Pagi tadi telah dilakukan pengerukan sungai. Namun, setelah pengerukan, aliran air justru beralih ke jalur lain. Hal ini dikhawatirkan dapat mengarah ke permukiman warga,” kata Benni Warlis dalam keterangannya.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Agam mengarahkan masyarakat untuk segera meninggalkan zona merah demi menghindari risiko yang lebih besar. Ia menegaskan perlunya penelitian lebih lanjut agar langkah konkret dan tepat dapat ditentukan ke depan.
Saat ini, upaya penanganan yang dilakukan meliputi pembersihan sedimentasi serta material longsor dan banjir. Pemkab Agam juga telah menyampaikan permintaan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumbar untuk melakukan penelitian di titik hulu aliran banjir serta merumuskan langkah strategis penanganan jangka panjang.
Bupati Agam turut mengimbau masyarakat agar sementara waktu menjauhi zona merah dan mengungsi ke titik-titik pengungsian terdekat yang telah disiapkan.
Selain penanganan darurat dan mitigasi bencana, pemerintah daerah juga berencana membangun hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Dengan adanya hunian sementara, kita berharap masyarakat tidak perlu tinggal terlalu lama di lokasi pengungsian,” tutup Benni Warlis. (Warman)







