
Onlinekoe.com, (ANAMBAS) — Kepemimpinan Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu di Kabupaten Kepulauan Anambas genap satu tahun dengan capaian signifikan: melunasi utang pemerintah sebelumnya lebih dari Rp95 miliar, merealisasikan APBN Rp433 miliar pada 2025, mengamankan pembangunan RSUD Tipe C senilai Rp186 miliar, hingga memasukkan proyek Jembatan Konjo–Peninting hampir Rp1 triliun ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Jumat (20/2/2026)
Dalam 12 bulan pertama, duet Aneng–Raja Bayu menempatkan stabilisasi fiskal, percepatan infrastruktur, dan pemenuhan janji kampanye sebagai prioritas. Langkah-langkah itu diklaim berdampak langsung pada pelayanan publik, kesejahteraan ASN, hingga konektivitas antar-pulau.

Lunasi Utang Rp95 Miliar, TPP ASN Kembali Lancar
Apa yang dilakukan? Pemerintah daerah menyelesaikan utang warisan lebih dari Rp95 miliar.
Bagaimana dampaknya? Sejak September 2025, pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN kembali lancar. Bahkan, tunggakan TPP tahun 2024 mulai dibayarkan per Januari 2025.
Kebijakan ini menjadi fondasi pemulihan kepercayaan internal birokrasi sekaligus menjaga daya beli aparatur di wilayah kepulauan.
Realisasi APBN Rp433 Miliar 2025, Tambahan Rp120 Miliar pada 2026
Sepanjang Tahun Anggaran 2025, Pemkab Anambas membukukan realisasi APBN Rp433 miliar untuk berbagai sektor. Pada 2026, tambahan Rp120 miliar dialokasikan untuk program Kampung Nelayan Merah-Putih.
Strategi jemput bola anggaran pusat ini mempertegas orientasi pembangunan berbasis dukungan fiskal nasional.
Amankan RSUD Tipe C Rp186 Miliar dari Efisiensi
Pembangunan RSUD Tipe C di Anambas yang sempat terdampak kebijakan efisiensi pusat akhirnya dipertahankan dengan nilai anggaran Rp186 miliar (APBN).
Langkah ini krusial untuk wilayah kepulauan yang membutuhkan layanan rujukan memadai tanpa harus bergantung pada daerah lain.
Sekolah Rakyat Rp208 Miliar dan Perlengkapan Sekolah Gratis
Pemkab juga memperoleh anggaran Sekolah Rakyat Rp208 miliar dari APBN. Di saat yang sama, janji kampanye direalisasikan melalui bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi PAUD, SD, dan SMP: 5 stel seragam, tas, buku, sepatu, dan kaos kaki.
Kebijakan ini menyasar langsung beban ekonomi keluarga dan memperluas akses pendidikan.
Infrastruktur Jalan dan Jembatan: Jemaja hingga Siantan–Palmatak
Di sektor konektivitas, sejumlah proyek strategis berjalan:
. Jalan Mampok–Teluk Kaut–Genting Dusun (Jemaja): Rp25 miliar (APBN).
. Jalan Putik–Langir: Rp14 miliar (APBN).
. Usulan Jembatan Konjo–Peninting yang menghubungkan Pulau Siantan dengan Pulau Palmatak, senilai hampir Rp1 triliun, resmi masuk RPJMN.
Jika terealisasi, jembatan tersebut akan menjadi game changer mobilitas orang dan barang antar-pulau utama di Anambas.
4 Kampung Nelayan Merah-Putih, Masing-Masing Rp40 Miliar
Empat Kampung Nelayan Merah-Putih dijadwalkan dibangun pada 2026, dengan alokasi Rp40 miliar per kampung (APBN). Totalnya Rp120 miliar.
Program ini ditujukan memperkuat ekosistem perikanan, dari sarana tambat labuh hingga fasilitas pendukung ekonomi pesisir.
Pelantikan 2.938 PPPK dan Penguatan Layanan Publik
Sebanyak 2.938 PPPK tahap 1 dan 2 telah dilantik. Pemerintah daerah juga:
. Mengaktifkan Tower Combat Telkomsel di Rintis, Desa Tarempa Selatan, untuk memperkuat konektivitas digital.
. Memperbaiki SD–SMP, fasilitas kesehatan, jalan, pelabuhan, dan fasilitas umum melalui APBD.
. Menambah tenaga medis, khususnya dokter spesialis, di RSUD dan puskesmas.
Penguatan SDM ini menopang reformasi pelayanan publik di wilayah kepulauan yang menantang secara geografis.
Insentif Lansia, Guru Ngaji, Imam Masjid, dan Penyelamatan MTs Al Maarif Jemaja
Janji kampanye lain yang direalisasikan mencakup:
. Insentif lansia.
. Insentif guru ngaji, imam masjid, dan guru agama lainnya.
. Penyelamatan MTs Al Maarif Jemaja yang sebelumnya terancam tutup.
Kebijakan sosial-keagamaan ini mempertegas pendekatan pembangunan yang menyentuh basis komunitas.
Bantuan Nelayan dan Petani
Melalui APBD, bantuan disalurkan kepada nelayan dan petani untuk memperkuat produktivitas dan ketahanan ekonomi lokal—sektor yang menjadi tulang punggung Anambas.
Analisis: Konsolidasi Fiskal dan Lompatan Infrastruktur
Satu tahun pertama Aneng–Raja Bayu menunjukkan pola yang jelas: konsolidasi fiskal di awal, lalu akselerasi infrastruktur dan pelayanan dasar.
Melunasi utang Rp95 miliar memberi ruang gerak. Realisasi APBN Rp433 miliar pada 2025 menjadi bahan bakar pembangunan. RSUD Tipe C, jalan strategis, hingga Jembatan Konjo–Peninting dalam RPJMN menandai visi jangka panjang konektivitas kepulauan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan eksekusi tepat waktu, pengawasan ketat, dan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Anwar)






