
Onlinekoe.com, (BINTAN) – Bupati Bintan Roby Kurniawan mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam seluruh aspek kehidupan saat menghadiri peringatan Malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan penutupan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Bintan.
Kegiatan tersebut diawali dengan buka puasa bersama di Masjid Nurul Huda yang berada di Jalan Nusantara, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur.
Setelah berbuka puasa dan melaksanakan salat Maghrib berjemaah, rombongan melanjutkan kegiatan ke Masjid Al‑Muqaddimah untuk menunaikan salat Isya serta Tarawih berjemaah pada Jumat malam (6/3/2026).
Dalam sambutannya sebelum tausyiah Nuzulul Qur’an dimulai, Roby menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan hingga memasuki malam ke-17 Ramadan, yang diyakini sebagai momentum turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
“Alhamdulillah, pada malam ini kita telah sampai di malam 17 Ramadan, malam yang sangat istimewa bagi umat Islam karena pada malam inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia,” ujar Roby.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab suci yang dibaca, tetapi harus dijadikan pedoman hidup yang membawa kabar gembira sekaligus pembeda antara yang benar dan yang salah.
Roby juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak amalan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, menunaikan zakat, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, apabila nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercipta kehidupan masyarakat yang damai, saling menghormati, serta penuh keberkahan.
“Islam mengajarkan kita untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta memaafkan satu sama lain. Jika nilai-nilai Al-Qur’an ini kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka insyaAllah akan tercipta lingkungan yang penuh ketenangan dan keberkahan. Mari kita pedomani Al-Qur’an di semua sisi kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, Roby memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bintan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik daerah, tetapi juga memperkuat pembangunan rohani dan mental spiritual masyarakat.
Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program keagamaan, di antaranya perlindungan bagi pekerja sosial keagamaan seperti mubalig dan mubaligah, imam masjid, guru TPQ, hingga petugas pelaksana fardhu kifayah. Selain itu, pemerintah juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa serta mengembangkan program Rumah Tahfidz guna menciptakan generasi Qur’ani di Kabupaten Bintan.
“Kami di Pemerintah Kabupaten Bintan terus berupaya melaksanakan berbagai program pembangunan, tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga pembangunan rohani dan mental spiritual masyarakat agar pembangunan yang kita lakukan menjadi lebih bermakna,” pungkasnya. (***)
Editor: Anwar






