Beranda Ragam Alamsyah Matondang Wafat di Tanjungpinang, Tutup Usia Dini Hari di RSUD

Alamsyah Matondang Wafat di Tanjungpinang, Tutup Usia Dini Hari di RSUD

Kabar duka menyelimuti Tanjungpinang. Alamsyah Matondang bin Muhamad Yunus Matondang meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026) pukul 00.43 WIB di RSUD Kota Tanjungpinang. Foto: Anwar

Onlinekoe.com, (TANJUNGPINANG) — Kabar duka menyelimuti Tanjungpinang. Alamsyah Matondang bin Muhamad Yunus Matondang meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026) pukul 00.43 WIB di RSUD Kota Tanjungpinang. Pria kelahiran Binjai, 18 Juni 1971 ini mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Kabar Duka Menyebar Cepat

“Innalilahi wa innailaihi rojiun.”

Kabar wafatnya Alamsyah Matondang menyebar cepat sejak dini hari. Informasi berpindah dari satu grup ke grup lain, dari pesan pribadi ke media sosial. Tidak ada yang benar-benar siap.

Pukul 00.43 WIB menjadi waktu yang mengubah segalanya.

Detik-Detik Terakhir di Rumah Sakit

Alamsyah mengembuskan napas terakhir di ruang perawatan rumah sakit. Tidak ada keramaian. Hanya suasana tenang yang justru terasa lebih dalam.

Kepergiannya bukan sekadar kabar. Ini adalah kehilangan nyata bagi banyak orang yang mengenalnya.

Profil Singkat: Sosok Hangat dari Binjai

Lahir di Binjai pada 18 Juni 1971, Alamsyah dikenal sebagai pribadi sederhana dan dekat dengan keluarga. Ia bukan tokoh publik. Namun bagi lingkungannya, ia adalah sosok penting—abang, ayah, uwak, dan sahabat.

Sosok yang hadir tanpa banyak kata, tetapi selalu ada di saat dibutuhkan. Rumah duka di Jalan Sei Jang, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang mulai dipenuhi pelayat sejak pagi. Wajah-wajah duka terlihat.

Sebagian terdiam. Sebagian meneteskan air mata. Doa-doa dipanjatkan. Mengiringi kepergian seorang yang dicintai. Kehilangan ini terasa dalam. Tidak hanya bagi keluarga inti, tetapi juga sahabat dan lingkungan sekitar.

Almarhum dikenal mudah bergaul, rendah hati, dan menjaga silaturahmi. Sosok seperti ini—ketika pergi—tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga kekosongan.

Kepergian Alamsyah Matondang menjadi pengingat: hidup tidak pernah bisa ditebak waktunya. “Hari ini ada. Besok bisa jadi tinggal cerita. Doa terbaik mengalir untuk almarhum. “Semoga husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. (Anwar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini