
Onlinekoe.com, (TANJUNGPINANG) – Salat istisqa yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama masyarakat di Pulau Penyengat membuahkan hasil. Sehari setelah pelaksanaan, hujan mulai mengguyur wilayah Tanjungpinang pada Minggu (29/3/2026), atau bertepatan dengan 8 Syawal 1447 Hijriah, memberi harapan berakhirnya kekeringan yang melanda selama sebulan terakhir.
Sehari setelah pelaksanaan salat istisqa, hujan mulai turun di wilayah Tanjungpinang. Pemerintah daerah menyebut turunnya hujan sebagai berkah atas ikhtiar bersama yang dilakukan secara lahir dan batin.
Gubernur Kepulauan Riau, H Ansar Ahmad, S.E., M.M melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri, Hendri Kuarniadi, S.STP., M.Si menyampaikan rasa syukur atas turunnya hujan tersebut.
“Alhamdulillah, salat istisqa yang kita gelar di Balai Adat Penyengat membawa keberkahan,” ujarnya.
Menurut Hendri, hujan yang mulai turun diharapkan menjadi pertanda berakhirnya musim kemarau yang sebelumnya melanda wilayah Kepri, khususnya Pulau Bintan. Kekeringan yang terjadi selama sekitar satu bulan terakhir telah berdampak pada ketersediaan air bersih dan aktivitas masyarakat.
“Semoga intensitas hujan ke depan semakin meningkat dan mampu mengatasi keresahan masyarakat akibat kekeringan,” katanya.
Salat istisqa tersebut diikuti ratusan jemaah yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Mereka tampak khusyuk memanjatkan doa agar hujan segera turun.
Dalam pelaksanaan ibadah, Ustaz Muhammad Salim bertindak sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Ustaz Rustam Efendi. Gubernur Ansar Ahmad turut hadir dan mengikuti langsung rangkaian salat bersama masyarakat.
Dalam keterangannya, Ansar menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan langkah teknis dalam menghadapi kekeringan, tetapi juga memperkuat pendekatan spiritual.
Menurutnya, berbagai langkah strategis telah dilakukan, seperti distribusi air bersih dan pengelolaan sumber daya air. Namun, ikhtiar tersebut perlu dilengkapi dengan doa dan permohonan kepada Tuhan.
“Kita sudah berusaha secara maksimal. Namun sebagai manusia, kita juga harus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui salat istisqa,” ujar Ansar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri sebagai bagian dari upaya kolektif menghadapi bencana kekeringan.
Pemerintah Provinsi Kepri berharap turunnya hujan ini menjadi titik awal pemulihan kondisi lingkungan dan ketersediaan air di wilayah terdampak, sekaligus memperkuat optimisme masyarakat dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem. (***)
Editor: Anwar






