
TANJUNGPINANG, Onlinekoe.com — Peringatan Hari Marwah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ke-24 yang digelar Yayasan Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) di Gedung Juang BP3KR, Jalan Hang Tuah No.7, kawasan Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Jumat (15/5/2026), menjadi momentum penting memperkuat perjuangan kesejahteraan masyarakat perbatasan sekaligus mendorong percepatan pengesahan RUU Daerah Kepulauan serta penulisan buku sejarah Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si itu juga diwarnai pembacaan maklumat perjuangan BP3KR yang berisi 10 poin aspirasi strategis terkait masa depan pembangunan Kepri sebagai daerah perbatasan dan gerbang terdepan Indonesia.

Dalam sambutannya, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan Pemerintah Provinsi Kepri akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya dalam pemerataan pembangunan antar pulau dan peningkatan kesejahteraan warga di wilayah kepulauan.
Menurutnya, semangat perjuangan para tokoh pembentukan Provinsi Kepulauan Riau harus tetap dijaga agar cita-cita kemakmuran masyarakat Kepri dapat terus diwujudkan.
“Selamat Hari Marwah Kepri. Pada intinya pemerintah selalu mendorong yang menjadi kepentingan masyarakat Provinsi Kepri,” ujar Nyanyang.
Ia menambahkan, pemerintah bersama para pejuang pembentukan Kepri memiliki semangat yang sama untuk terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan.
“Kami pejuang, kami terus berjuang untuk kemakmuran rakyat Provinsi Kepri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BP3KR, H Huzrin Hood, S.H., M.H., M.Pd.I mengungkapkan bahwa peringatan Hari Marwah Kepri ke-24 menghasilkan 10 poin maklumat yang menjadi sikap resmi organisasi perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
Salah satu poin utama maklumat tersebut adalah dukungan penuh terhadap program pembangunan pemerintah demi kemajuan Kepri. Namun di sisi lain, BP3KR juga mendesak Pemerintah dan DPR RI agar segera mempercepat pembahasan dan pengesahan RUU Daerah Kepulauan.
Menurut Huzrin Hood, regulasi tersebut sangat penting untuk menjawab ketimpangan pembangunan di wilayah kepulauan dan perbatasan seperti Kepri.
“Apabila maklumat ini tidak didengar, tentu BP3KR akan terus berjuang demi kemakmuran rakyat Provinsi Kepri,” kata Huzrin Hood.

Selain mendorong percepatan RUU Daerah Kepulauan, BP3KR juga menyoroti pentingnya transparansi pengelolaan sumber daya alam, pemerataan pembangunan infrastruktur antar pulau, serta penguatan perlindungan hukum masyarakat perbatasan.
Dalam maklumat tersebut, BP3KR juga menegaskan pentingnya menjaga nilai adat dan budaya Melayu dalam setiap proses investasi dan industrialisasi di Provinsi Kepulauan Riau.
Organisasi itu turut meminta pemerintah memperkuat pemberantasan narkoba dan judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan di wilayah Kepri.
Selain itu, BP3KR menilai kebijakan efisiensi anggaran nasional tidak boleh disamaratakan antara daerah daratan dan wilayah kepulauan. Pemerintah pusat diminta menerapkan kebijakan secara proporsional sesuai karakteristik geografis daerah.
BP3KR juga mengusulkan penerapan skema Special Border Treatment (SBT) sebagai bentuk perlindungan khusus bagi masyarakat perbatasan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses pembangunan.
Peringatan Hari Marwah Kepri ke-24 juga dirangkaikan dengan agenda penulisan buku sejarah Provinsi Kepulauan Riau oleh Yayasan BP3KR sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan perjuangan pembentukan Kepri.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat identitas sejarah dan semangat perjuangan generasi muda Kepulauan Riau agar memahami proses panjang lahirnya provinsi perbatasan tersebut.
Ketua Generasi Muda BP3KR, Basyaruddin Idris atau yang akrab disapa Tok Oom, menjelaskan bahwa maklumat Hari Marwah Kepri ke-24 ditandatangani langsung oleh Ketua BP3KR H Huzrin Hood, S.H., M.H., M.Pd.I dan Sekretaris BP3KR, Ir. Sudirman Almoen.
Menurutnya, maklumat tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk terus mengawal pembangunan dan perjuangan masyarakat Kepulauan Riau di masa mendatang. (Anwar)






