
TANJUNGPINANG, Onlinekoe.com – Ikatan Keluarga Maluku (IKMAL) Kota Tanjungpinang dan sekitarnya menggelar kegiatan tabur bunga dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Pattimura 2026 di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti, Jalan Gatot Subroto Km 5, Kota Tanjungpinang, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa, khususnya Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan warga Maluku perantauan.
Kegiatan yang diikuti pengurus dan warga IKMAL itu berlangsung khidmat. Peserta menaburkan bunga di pusara para pahlawan sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ketua IKMAL Kota Tanjungpinang dan sekitarnya, Roy Sokabla, mengatakan peringatan Hari Pattimura menjadi momentum penting bagi masyarakat Maluku untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa dan negara.
“Pelaksanaan tabur bunga dalam rangka Hari Pattimura merupakan bentuk penghormatan kepada jasa-jasa para pahlawan yang telah merelakan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara, khususnya Thomas Matulessy atau Pattimura yang berasal dari Maluku,” ujar Roy.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki makna khusus bagi warga Maluku di Tanjungpinang. Pasalnya, terdapat sejumlah tokoh dan pejuang asal Maluku yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti.

“Di Tanjungpinang juga banyak pahlawan asal Maluku yang dimakamkan di makam pahlawan. Karena itu, kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan kami kepada mereka,” katanya.
Kumpul Basudara Perkuat Silaturahmi
Usai melaksanakan tabur bunga, seluruh warga IKMAL berkumpul dalam kegiatan “Kumpul Basudara” di Sekretariat IKMAL Kota Tanjungpinang.
Kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga Maluku yang merantau di Kota Tanjungpinang dan wilayah sekitarnya. Suasana hangat terlihat saat warga makan bersama, berbincang, berbagi cerita, serta bercanda ria dalam nuansa penuh keakraban.
Tradisi kebersamaan itu telah menjadi bagian dari identitas IKMAL selama puluhan tahun dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi warga Maluku, nilai “Basudara” atau persaudaraan menjadi fondasi utama dalam menjaga kekompakan, solidaritas, serta semangat gotong royong, baik dalam situasi suka maupun duka.
Harmoni Muslim dan Kristiani Jadi Kekuatan IKMAL
Salah satu keunikan IKMAL Kota Tanjungpinang adalah keberagaman agama yang hidup harmonis di dalam organisasi tersebut. Warga IKMAL terdiri dari umat Muslim dan Kristiani yang selama ini hidup rukun, saling menghormati, dan bergotong royong dalam berbagai kegiatan sosial maupun budaya.
Kerukunan tersebut menjadi kekuatan utama yang terus dijaga oleh seluruh anggota IKMAL sebagai warisan nilai-nilai luhur masyarakat Maluku.
Dalam setiap kegiatan organisasi, warga dari berbagai latar belakang agama terlibat aktif dan bekerja sama tanpa membedakan keyakinan, sehingga tercipta hubungan kekeluargaan yang erat di tanah rantau.
Berdiri Sejak 1976, IKMAL Terus Menjaga Warisan Persaudaraan
IKMAL Kota Tanjungpinang dan sekitarnya telah berdiri sejak tahun 1976. Selama hampir lima dekade, organisasi ini menjadi rumah besar bagi masyarakat Maluku yang menetap di Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang.
Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan, IKMAL terus berupaya menjaga identitas budaya Maluku sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Peringatan Hari Pattimura 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut, yakni mengenang jasa para pahlawan, mempererat tali persaudaraan, serta menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda Maluku di perantauan. (Anwar)






