Onlinekoe.com, Medan – Bulan suci Ramadhan merupakan “madrasah ruhaniah”, bulan mujahadah perjuangan panjang untuk menata hati, menghidupkan rasa dalam jiwa dan memperbaiki moralitas.
“Siapa yang bergembira menyambut kedatangan Ramadhan, Allah haramkan jasadnya dari api neraka” (HR ad-Dailami). Gembira maksudnya karena masih bertemu Ramadhan untuk meraih keampunan dari Allah Swt. Keagungan lailatulqadar, merasakan manisnya iman dan akhirnya kembali kepada fitrah/kesucian diri.
“Justru itu,pada bulan yang penuh rahmat dan berkah ini kita harus mampu mengedalikan belenggu hawa nafsu atau jihadaun nafs dan tipu daya setan sehingga merasakan halawatul iman dalam beribadah kepada Allah Swt,” kata Ustad Saifuddin AW,SE,SE,CLA,CPCLE saat berbincang dengan Sumaterapost.co sekilas tentang bulan suci Ramadhan 1440 H di Medan, Minggu (12/5)
Dia menyebutkan dalam Al Qur an ada tiga mujahadah-perjuangan panjang yang harus diraih untuk mendapatkan keberkahan, kemuliaan hidup melalui puasa Ramadhan. Pertama, mujahadah menjadi pribadi taqwa yakni yang istiqamah dalam kebaikan dan kebenaran. Termasuk membenci perbuatan maksiat dan mencintai perbuatan yang dicintai Allah.
“Hai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu”. (QS Albaqarah 185). Justru
Kedua, mujahadah menjadi pribadi yang bersyukur, memanfaatkan nikmat Allah dengan baik. Artinya t.idak berani menyalahgunakan nikmat-Nya. Apalagi mengingkarinya, takut jika nikmat (kesenangan itu berubah menjadi kesengsaraan. “Hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur (QS Albaqarah),” ingat Didin, panggilan akrab Saifuddin.
Ketiga, lanjut Didin mujahadah menjadi pribadi cerdas hati dan akal yaitu menata hidup dalam kebenaran.Artinya selalu merasakan hidupnya bersama Allah.”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tantang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala permintaan -Ku), dan hendaklah mereka beriman kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran” (QS Albaqarah 186).(tiara)







