Onlinekoe.com, Bireuen-Selama bulan suci ramadhan, saat itu pula timun suri (bohtimungapu), muncul diberbagai pasar tradisional di ibukota kecamatan, dalam Kabupaten Bireuen, apalagi cukup bermanfaat kepada kesehatan manusia,maka,tak heran buah ini sangat digemari warga masyarakat umat Islam, dimana saja berada.
Hal ini, sebagai mana dijelaskan sejumlah pedagang buah timun suri, dalam keterangannya kepada media ini, Jum’at sore (17/05) menyebutkan bahwa sejak bulan suci ramadhan,buah ini bermunculan cukup banyak tidak sama pada bulan lainnya, kenapa,buah timun suri, muncul khas bulan ramadhan, menurut Bukhari bersama Muslim, pedagang timun suri,tak lain kegemaran bagi peminatnya untuk makan, karena selain banyak manfaat kesehatan juga untuk buka puasa menghilangkan dahaga.
Bagi petani, sudah menanam buah timun ini,pada saat jelang datangnya bulan suci Ramadhan,sebab buah timun suri lembut dagingnya juga pembeli banyak,maka, petani diberbagai desa menanamnya,panen sesuai ramadhan tiba, muncul pedagang buah ini di mana mana, apalagi khasnya buah ini bau harum walaupun dibalut dengan pelepah pisang (kulit batang pisang), menjadikan primadona bagi masyarakat.
Apalagi buah ini banyak manfaat kesehatan,yang belum banyak diketahui umat Islam, tambah Muslim,45, warga Gampong Cot Bate,juga petani sekaligus pedagang buah timun suri tersebut.Banyak khasiat antara lain menyehatkan mata, Anti kanker dan pembuangan racun, merupakan salah satu buah timun suri,menjadi bahan minuman buka puasa.
Banyak peminatnya,buah timun suri tambah Ridwan Kamil, pedagang di pasar tradisional ibu kota Peudada,dalam kesehatan juga anti oksidan bahkan membantu pencernaan bagi manusia,oleh sebab itu,buah timun suri,pada bulan puasa,dimakan sangat baik, untuk buka puasa perut masih kosong.
Masyarakat umat Islam, makan minum buah timun tersebut, sudah biasa dilakukan warga,baik bersama keluarga maupun buka di masjid dan Meunasah, begitupula buah ini tidak mahal hanya Rp 5000 Sampai Rp 15.000/buah (r.jibro).







