Beranda Ragam Realisasi Dana Desa Tiyuh Mercubuana Disoal

Realisasi Dana Desa Tiyuh Mercubuana Disoal

Onlinekoe.com, PANARAGAN — Realisasi anggaran dana desa (DD) tiyuh marcubuana kecamatan way kenanga kabupaten tulang bawang barat (Tubaba) tahun 2016-2019 di soal.

Pasalnya beberapa pembangunan di tiyuh tersebut di duga mark up dan tidak tepat sasaran sehingga asas manfaatnya tidak ada bagi masyarakat.

Seperti pembangunan taman yang tidak berpungsi dan tidak terawat. Di katakan salah satu tokoh masyarakat Tulang bawang Barat bahwa realisasi dana desa marcubuana di anggap tidak transparansi.

“Bisa di cek dana desa marcubuana dari tahun 2016 sampai hingga ini tidak sesuai nilai dan peruntukannya seperti taman tidak terawat pasilitas tidak ada bahkan parahnya lagi jaringan hotspot(WiFi) tidak ada sehingga di nilai berbeda dengan tiyuh yang lain, sedangkan dana pembuatannya menelan anggaran puluhan juta”, kata tokoh masyarakat setempat ,Senin (03/06/2019).

Di tambahkannya,selain menuai pertanyaan baik fisik dan non fisik tidak jelas peruntukannya,di duga badan usaha milik tiyuh (BUMT) Tidak jelas anggaran pendapatan dana tiyuh (APDT) yang di kelola pihak tiyuh. Sejak tahun 2016-2019 oleh pihak tiyuh setempat salah satu BUMT yaitu ruko sebanyak tujuh kios untuk masyarakat yang ingin menempati toko tersebut di kenakan biaya sewa lima sampai tujuh juta rupiah.

“Kios itu gak tau kemana dana sewanya gak jelas sementara warga yang menyewakannya sudah ada yang mundur karena kemahalan tidak sanggup untuk meneruskan penyewaannya,” ungkapnya.

Masih kata tokoh masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan dana desa ditiyuh itu dinilai carut marut dengan serta Merta menganggarkan pembangunan yang diduga mark up tidak sesuai peruntukannya sebagaimana mestinya, maka dengan hal tersebut Ia meminta BPK serta insfektorat mengaudit kembali pengelolaan anggaran dana desa tiyuh Mercubuana baik fisik maupun non fisik.

“Saya minta diaudit kembali dana desa tiyuh Mercubuana karena ini uang negara jangan serta merta dalam merealisasikannya, lihat saja itu banyak dikeluhkan warga membuat beronjongn tahap 1 saja yang menelan anggaran puluhan juta tidak sesuai bahkan kata warga tidak akan bertahan lama, ditambah lagi tidak ada transparan dengan memasang papan plang anggaran,” jelasnya.

Sementara kepala tiyuh yang bersangkutan saat di temuai di kediaman nya tidak ada. Bahkan kata tetangga samping rumah mengatakan bahwa” kepala tiyuh tidak ada di rumah sedang keladang,”kata tetangga. Kembali di hubungi melalui telponnya nya pun tidak aktif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini