Beranda Ragam Produk Mancis Merk Toke Belum Terjamin Aman

Produk Mancis Merk Toke Belum Terjamin Aman

Onlinekoe.com, Binjai – Alat pemantik api (mancis) bermerk toke yang diproduksi PT Kiat Unggul belum terjamin aman untuk digunakan. Pasalnya polisi belum menemukan dokumen administrasi pendukung, yang mampu membuktikan produk tersebut telah mengantongi Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pernyataan itu disampaikan Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, menyikapi kasus kebakaran gudang perakitan alat pemantik api PT Kiat Unggul yang menewaskan 30 orang di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/06/2019) lalu.
“Belum dapat kita pastikan, apakah produk mancis ini aman digunakan. Karena sertifikat SNI-nya belum kita temukan,” ungkapnya, didampingi Kasat Reskrim, AKP Wirhan Arif, Kasubbag Humas, Iptu Siswanto Ginting, dan Kanit I Pidum, Ipda Hotdiatur Purba, saat konferensi pers di mapolres setempat, Senin (24/06/2019) siang.
Menurut Nugroho, belum adanya jaminan keamanan harus dijadikan pedoman bagi masyarakat harus berhati-hati menggunakan alat pemantik api terkait. Pasalnya produk tersebut umum digunakan masyarakat, karena telah beredar luaa hingga ke sebagian besar daerah di Pulau Sumatera.
“Menurut tersangka BH, selaku Supervisor PT Kiat Unggul, produk mancis merk toke ini sudah mereka pasarkan ke sebagian besar kabupaten/kota di Sumatera Utara, Aceh, dan Jambi. Namun kita tetap imbau masyarakat, agar tidak terlalu berlebihan menyikapi hal ini,” serunya.
Menariknya, ujar Nugroho, meskipun Direktur Utama PT Kiat Unggul, IM, sempat mengaku perusahaannya itu mengalami keterbatasan kemampuan finansial, terutama dalam menutupi pajak dan kepengurusan surat izin usaha (SIU) industri perakitan alat pemantik api, nyatanya omset penjualan produknya cukup besar.
“Mereka mengaku, dalam sehari dapat memproduksi 80 ribu batang mancis, yang dihasilkan dari tiga gudang perakitan. Dalam hal ini, harga satuannya sebesar Rp 1.000,-. Jika kita kalkulasikan, maka omset penjualan perusahaan teraebut mencapai Rp 80 juta per hari,” timpalnya. (andi/tiara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini