Beranda Ragam Ma’had ‘Aly Babussalam Al-Hanafyyah Matangkuli Diluncurkan

Ma’had ‘Aly Babussalam Al-Hanafyyah Matangkuli Diluncurkan

Onlinekoe.com, ACEH UTARA – Peresmian Perguruan Tinggi Keagamaan berbasis Pesantren atau Ma’had ‘Aly ditandai dengan pemberian izin pendirian dan pelantikan pengurus dan dosen pada Dayah Babussalam Matangkuli Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh. Launching Ma’had ‘Aly Dayah Babussalam Al Hanafyyah Kecamatan Matangkuli Aceh Utara oleh Kakanwil Kemenag provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh, Selasa (6/8).

Izin Pendirian Ma’had ‘Aly Babussalam Al Hanafiyyah Kecamatan Matangkuli berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 2885 Tahun 2019 dengan Takhasus (Konsentrasi) yaitu bidang Tafsir wa ‘Ulumuhu. Kemudian Kakanwil menerima SK Ma’had ‘Aly Babussalam Al Hanafiyyah Matangkuli dari Direktorat Pondok Pesantren Kemenag RI ya diwakili Kasi Ketenagaan Subdit Diniyah, selanjutnya Kakanwil menyerahkan SK tersebut kepada pimpinan Dayah Babussalam Al Hanafiyah.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh mengatakan, bahwa pesantren sudah ada sebelum negara merdeka, maka berbicara pondok pesantren (dayah) berarti berbicara tentang pendidikan asli Indonesia yang meliputi pendidikan di Meunasah meunasah dan rangkang.

“Kita melihat dayah tengku chiek sampai pendidikan al jami’ah seperti masjid raya Baiturrahman Banda Aceh,” ujar Kakanwil.

Ditambahkan adanya lembaga pendidikan ini dapat dilihat melalui berbagai situs sejarah lembaga tersebut, seperti dayah Tgk Awe Geutah di peusangan, Dayah tgk syik Ditiro (saman), Dayah Tgk Chik Tanoh Abee, Dayah Krueng Kalee dan lainnya.

“Sepenggal kisah sejarah tersebut cukup membuktikan bahwa dayah atau pondok pesantren telah berperan jauh sebelum Republik ini mengenal sistem pendidikan, dari dulu pesantren sudah memiliki kualitas dan ini harus kita pertahankan,” ucapnya.

Daud Pakeh juga mengatakan Ma’had Aly adalah solusi yang telah dicetuskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren.

Lulusan Ma’had Aly nantinya adalah ilmuan pesantren yang siap berdiri didepan memberikan solusi (Problem Solving) terhadap permasalahan yang timbul dan berkembang dalam masyarakat.

“Kami sangat bersyukur bahwa dari 48 Ma’had Aly di Indonesia, dua diantaranya ada di kabupaten Aceh Utara, keempat Mahad Aly Aceh, yaitu MUDI MESRA Samalanga, Darul Munawwarah Ulee Glee, Ma’had Aly Malikussaleh di Panton Labu dan Babussalam Al Hanafiyyah ini,” sebutnya.

Seperti yang disampaikan Menteri Agama bahwa Ma’had Aly merupakan program unggulan Kementerian Agama ini secara resmi setelah keluarnya Peraturan Menteri Agama 71 tahun 2015 tentang Ma’had Aly, dimana menyelenggarakan program akademik Strata Satu untuk melahirkan Mutafaqqih fiddin.

Mahad Aly Merupakan Pendidikan Tingi Keagamaan yang ada di Pesantren, lulusannya setara dengan jenjang S1 di Universitas. Dan Ma’had Aly masuk dalam sistem pendidikan nasional.

“Ma’had Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal,” tegas Kakanwil.

Kehadiran Ma’had Aly seperti universitas khusus yang akan melahirkan para Alim di Bidang Agama, seperti Fakutas kedokteran melahirkan para dokter, teknik dan fakultas lainnya, begitu juga dengan Mahad Aly mampu mencetak orang-orang yang memiliki keahlian ilmu Agwma, karena negara saat ini membutuhkannya, bukannya lulusan yang siap bekerja saja.

“Mudah-mudahan menjadi titik awal bangkitnya Pendidikan Mahad Aly di Indonesia, Bermula di Aceh untuk Indonesia,” harapnya.

Karena itulah, maka kami selaku Kakanwil Kementerian Agama berusaha semaksimal mungkin untuk provinsi Aceh, harus mampu melahirkan legalitas pondok pesantren sebanyak mungkin pada program Ma’had Aly.

Sementara Kasi Ketenagaan Subdit Diniyah Agus Umar mengatakan kehadiran Ma’ had Aly menjadi penting yang merupakan suatu terobosan yang nantinya diharapkan akan mengasilkan para ulama yang mampu menjadi tonggak di tengah masyarakat.

“Semoga melalui pendidikan tinggi Ma’had Aly mampu melahirkan kader-kader yang bersaing tinggi di berbagai level,”ungkapnya.

Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib diwakili oleh Kadis Pendidikan Dayah Aceh Utara Abdullah Hasbullah, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menyambut baik dengan adanya Ma’had Aly yang ada di Kabupaten Aceh Utara, beliau sangat berharap dengan keberadaan Ma’had Aly akan melahirkan generasi-generasi muda dengan SDM keagamaan yang tangguh, dimana generasi tersebut dapat menjadi penuntun di masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sangat menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan launching Ma’had Aly ini, yang diharapkan dapat memperkokoh dan menumbuhkan sendi-sendi keagamaan dan pemahaman serta penghafalan Al-Quran bagi generasi muda dan masyarakat. Selanjutnya kepada keluarga besar Dayah Babussalam Al-Hanafyyah yang akan mensosialisasikan program Ma’Had Aly ini, semoga dapat melaksanakan kegiatan ini dalam naungan Ridho Allah SWT. Sehingga dapat mencetak kader-kader ulama yang tangguh di Kabupaten Aceh Utara” paparnya.

Mudir Ma’had Aly Dayah Babussalam Al Hanafiyah, T Zulkhairi SPd I MA mengapresiasi Kakanwil Kemenag Aceh atas inisiatif dan upayanya dalam melahirkan Ma’had Aly di Aceh, termasuk salah satunya Ma’had Aly Babussalam Kec Matangkuli Aceh Utara. Karena ditengah kesibukan dan padatnya agenda Kakanwil baik itu di daerah maupun nasional, Kakanwil berhadir sekaligus akan melaunching Ma’had Aly tersebut.

“Alhamdulillah, Bapak Kakanwil hadir ditengah kita pada peresmian dan lauching Ma’had Aly hari ini, padahal kita tahu beliau punya kesibukan yang begitu padat,” ujar Zulkhairi dalam sambutannya.

Dengan undangan yang hadir Direktorat Pondok Pesantren Kemenag RI yang diwakili Kasi Ketenagaan Subdit Diniyah Agus Umar, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Utara Abdullah Hasbullah, Alim Ulama, Muspika dan tokoh masyarakat dan para undangan lainnya.

“Dimana. tujuan di bentuknya Ma’had ‘Aly selain peran pondok pesantren/Dayah pada saat ini sedikit sekali menghasilkan para ulama di masyarakat. Selain itu, Ma’had ‘Aly adalah sebagai partisipasi Dayah Babussalam Al-Hanafyyah Kecamatan Matangkuli dalam pembangunan SDM di Bidang keagamaan di daerah ini,”katanya.

Sementara Pelantikan pengurus dan Dosen Ma’had Aly Al-Hanafyyah Matangkuli oleh Pimpinan Dayah Babussalam Waled Sirajuddin berlangsung tertib dan lancar. Pada kesempatan tersebut, Waled mengatakan Ma’had ‘Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren/Dayah.

“Kepada seluruh dosen serta mahasantri supaya mampu menjadikan diri sebagai orang yang mempunyai Intelektual dan profesional dengan adanya institusi ini. Dan harus mampu menjadikan diri sebagai orang yang menyandang kedalaman spiritual dan keagungan akhlak,”jelas Waled. (Mahdi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini