Beranda Bogor Pelayanannya Jempol, RSUD Leuwiliang Kab. Bogor Diapresiasi Ketua Kamaksi

Pelayanannya Jempol, RSUD Leuwiliang Kab. Bogor Diapresiasi Ketua Kamaksi

Onlinekoe.com | Bogor – Pelayanan dan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Leuwiliang Kabupaten Bogor, memiliki kebanggaan dalam melayani masyarakat.

Dengan banyaknya kunjungan pasien yang mencapai 1500 pasien sehari, saat ini RSUD Leuwiliang telah mampu menerapkan efisiensi waktu sehingga antriannya pun tidak melelahkan. Pelayanan dan Profesionalitas para Dokter dan Tenaga Kesehatan RSUD Leuwiliang diakui oleh Joko Priyoski Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) yang juga Eksponen Aktivis’98.

“Ceritanya pada saat itu tanggal 1 Oktober 2022 istri saya mengalami pecah ketuban dan langsung dilarikan ke RSUD Leuwiliang. Sesampainya di RSUD Leuwiliang istri saya langsung ditangani secara cepat oleh Dokter dan melalui Operasi Cesar istri saya melahirkan bayi perempuan dan kemudian bayi saya dibawa ke ruang fasilitas NICU Incubator. Alhamdulillah kini istri dan bayi saya sudah dalam keadaan sehat. Saya merasakan dan melihat langsung saat ini pelayanan di RSUD Leuwiliang jauh lebih meningkat dan para Dokter serta Perawatnya juga Profesional. Ditambah lagi RSUD Leuwiliang memiliki staf manajemen yaitu Apih Agus yang selalu sigap membantu pelayanan setiap pasien yang datang, patut diacungkan jempol,” papar Jojo panggilan akrab Joko Priyoski pria aktivis ’98 tersebut.

Berdasarkan realitas yang ada sudah sepatutnya Masyarakat Kabupaten Bogor, merasa bangga memiliki RSUD Leuwiliang yang kini pelayanannya makin meningkat, ramah dan fasilitas kesehatan yang tidak kalah dengan Rumah Sakit lainnya.

Apalagi saat ini RSUD Leuwiliang meraih prestasi pada kategori video rumah sakit dengan pelayanan prima di tingkat nasional, yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam rangka HUT BPJS Kesehatan ke-54.

“Dengan slogannya memberikan pelayanan sepenuh hati tanpa diskriminasi, saya berharap ke depan fasilitas dan peralatan kesehatan terutama fasilitas NICU Incubator ditiap RSUD harus ditambah dan ditingkatkan. Jika hanya ada 5 fasilitas NICU Incubator di RSUD, bayangkan jika angka kelahiran bayi per harinya tinggi yang membutuhkan fasilitas NICU Incubator tersebut, kasihan keluarga bayi jika harus dirujuk ke RS yang jauh untuk mendapatkan NICU Incubator,” jelasnya.

Pemkab Bogor dan Dinas Kesehatan sebagai Pemangku Kebijakan harus memperhatikan hal tersebut untuk peningkatan sarana prasarana, fasilitas dan Nakes terutama Kabupaten Bogor.

“Perlu diingat Kabupaten Bogor berpenduduk paling besar di Indonesia tercatat 5.427.068 jiwa menurut data BPS setara dengan jumlah Penduduk di Singapura, Denmark dan Kongo. Peningkatan Fasilitas, Peralatan, sarana prasarana dan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Bogor harus menjadi perhatian utama Pemkab Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor,” jelas Jojo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini