Beranda Sumatera Barat Program Bimbingan Konseling dan Seminar Kesehatan Mental Lapas Suliki

Program Bimbingan Konseling dan Seminar Kesehatan Mental Lapas Suliki

Foto: 35 warga binaan Lapas Kelas III Suliki mengikuti program Bimbingan Konseling dan Seminar Kesehatan Mental di Lapas setempat, Jum'at (23/6/2023).

Onlinekoe.com | Lima Puluh Kota – Sebanyak 35 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Suliki mengikuti program Bimbingan Konseling dan Seminar Kesehatan Mental.

Hal tersebut termasuk bagian penting dalam pemenuhan hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bidang pelayanan kesehatan.

Para warga binaan cenderung memiliki emosi yang tidak stabil. Untuk meminimalisir resiko emosional yang bisa berujung pertengkaran. Lapas Kelas III Suliki bekerjasama dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) untuk menggelar kegiatan Bimbingan Konseling bagi WBP ini, berlangsung di Lapas setempat, Jum’at (23/6/2023)

Seminar kesehatan mental dan bimbingan konseling tersebut menggunakan metode kuesioner DASS (Depression, Anxiety, And Stress Scale) serta metode Art Theraphy. Warga binaan mengisi form sesuai petunjuk dan perintah yang ada di kertas kuesioner dan menjawab satu persatu pertanyaan.

Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo mengatakan kegiatan seminar kesehatan dan bimbingan konseling sangat dibutuhkan oleh para warga binaan di Lapas Suliki ini karena untuk memenuhi hak para warga binaan di bidang pelayanan kesehatan.

“Menjaga kesehatan mental agar stabil dan terkontrol itu penting yah, karena untuk meminimalisir kejadian saat warga binaan emosional kepada sesama warga binaan maupun saat mereka sedang banyak memikirkan masalah, efeknya bisa sakit-sakitan dan tidak bisa produktif karena bagaimanapun kesehatan fisik dan mental itu adalah modal utama,” kata Kamesworo.

Ia menjelaskan para warga binaan sangat antusias dalam mengikuti seminar dan bimbingan konseling. Pihaknya berharap mereka dapat memahami dan lebih peduli serta terbuka jika tanda-tanda kesehatan mentalnya terganggu.

“Ke depannya program konseling ini akan kami agendakan secara rutin,” ungkap Kames.

Sementara itu, Riko salah satu warga binaan Lapas Suliki dan juga peserta yang sedang mengikuti seminar kesehatan mental dan konseling merasa senang karena bisa mengetahui ilmu untuk menjaga kesehatan mental.

“Alhamdulilah kami mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan kehadiran mahasiswa UNP ini, kami ke depannya jadi tau tanda-tanda ringan ketika kesehatan mental terganggu dan kami sudah bisa mengatasinya dan lebih peduli untuk menjaga mental agar selalu berada dalam keadaan sehat tanpa pemikiran yang berlebihan,” ucap Riko.

Rencananya Lapas Suliki ini akan membuat ruang konseling di area lapas ini agar para warga binaan bisa kapanpun untuk konsultasi atas gangguan mental yang dialaminya. (Warman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini