Beranda MEDIA CREATIVE Berencana Tayang Dalam Atologi Puisi, Bachtiar Adamy Siap Menggemakan Syairnya

Berencana Tayang Dalam Atologi Puisi, Bachtiar Adamy Siap Menggemakan Syairnya

Onlinekoe.com | Puisi-puisi Bachtiar Adamy yang terkumpul selama 2 tahun terakhir ini menurut rencana akan ditayangkan dalam sebuah Atologi Puisi bersama penulis Dhien Faropassa, teman seangkatan Bachtiar Adamy dalam waktu dekat.

Sebab puisi adalah musik dari jiwa. Puisi lahir dari sebuah renungan kalbu dan ilham dari Maha Pencipta.Merenungkan kembali segala ciptaan Allah. Itu sebabnya menulis puisi harus bemanfaat bagi orang lain dan menjadi amal ibadah.

Lantas, tak semua orang bisa mengerti apa yang diekspresikan oleh seorang seniman melalui sebuah karya seni. Mecuali mereka yang berjiwa seni mau menatap, memahami dan menikmati karya seni itu sendiri. Apakah dalam bentuk puisi, lagu, musik, tari, lukisan, ukiran atau apa saja yang bernuansa seni. (red)

Semua Karena Rahmat Mu
Karya : Bachtiar Adamy

Semua karena rahmat Mu ya Allah
aku menggapai istiqamah
ketika sesayup terdengar gema azan menembus angkasa raya

Subhanallah, aku terbangun seketika
seperti ada orang memanggil
suara takbir azan pertama
dari surau desa nun jauh di sana

aku bergegas bersama waktu
meski gerimis dingin udara subuh
menafikan segala bisikan dan rayuan
tak jua kubatalkan niat suciku

begitu kuat dorongan batin
kuayun langkah mengejar waktu
mendirikan shalat subuh berjemaah
aebelum fajar.menyingsing hari

begitu nikmatnya rukuk dan sujud
di atas sajadah panjang lapangkan dada
menyirami rohani dari gerakkan langkah tulus
di puncak pohon sukmaku

Engkau Maha Bijak Ya Rahman
ketika Muhammad ulang alik ke langit tujuh menjemput kado perintah shalat 50 waktu
kami pasti tak mampu menunaikan
tapi karena kasih sayangMu
hingga tinggal lima waktu

Ya Allah, semua karena rahmat Mu
rukuk dan sujud di atas sajadah merah hadiah sahabatku baru pulang umrah
sedang lobe putih pemberian teman
baru kembali dari tanah suci

saat kukenakan persis seperti burung pipit kepala putih hinggap di tangkai padi
aku persembahkan ketulusan hati
bukan karena ria menjalar di dada
tapi semata karena Ya Rabbi

aku juga ingin belajar seperti tulusnya Rasul
mengasihi sesama insan
bermanfaat bagi makhluk ciptaan Tuhan

Ramadhan telah melembutkan hatiku
mengajak menyisihkan rezeki untuk berbagi berinfaq dan bersedekah karena MU
merajut amal mengumpul bekal
dalam kembara di pentas dunia
hingga di tapal batas akhir

Ramadhan mengajarkanku mengikis habis kesombongan di hati
melempar jauh kekikiran
menyulam rasa kasih sayang sesama

Ramadhan melatih kalbuku
menjaga lisan di lidah tak bertulang
seperti di amanahkan Rasul Insan pilihan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini