Beranda Asahan Besarnya Anggaran Peringatan Hari Jadi Asahan Rp 5,5 M Jadi Sorotan Tajam

Besarnya Anggaran Peringatan Hari Jadi Asahan Rp 5,5 M Jadi Sorotan Tajam

Bupati Asahan H Surya BSc, saat menghadiri dan membuka acara Hari Jadi Kabupaten Asahan yang ke 76. Acara digelar di Gedung Serbaguna Kisaran.

Onlinekoe.com|Asahan Sumut – Banyaknya permasalahan-permasalahan di Kabupaten Asahan mengenai pengelolaan dan penggunaan anggaran kini kembali lagi dipersoalkan oleh sejumlah massa yang mengatasnamakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Asahan saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Asahan kemarin maksut tujuan menuntunt dibatalkannya anggaran rehab rumah dinas (Rumdis) Bupati Asahan sebesar Rp 2,2 Milyar tahun 2022

Belum lagi terselesainya masalah Rumdis Kini kembali menjadi sorotan dan kritikan oleh masyarakat asahan. Kritikan itu disampaikan Suhery Noto, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Social Pendukung Aspirasi Masyarakat (SS-PAMA) Kabupaten Asahan, Rabu sore (18/3) saat menanggapi persoalan anggaran rehab rumdis Bupati dan peringatan Hari Jadi Kabupaten Asahan.

Hery meminta kepada Bupati Asahan, Badan Anggaran di DPRD Asahan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Asahan hendaknya transparan dan akuntabel dalam hal tata kelola anggaran pertanggungjawaban keuangan kegiatan peringatan hari jadi Kabupaten Asahan yang ke 76 sebesar Rp 5,5 Milyar. Mengingat anggaran dan kegiatan itu bukanlah rahasia negara dan bukan juga untuk dirahasiakan, melainkan harus transparan kepada masyarakat.

Hery menyebut, mengingat bahwa besarnya anggaran kegiatan hari jadi asahan sebesar Rp 5,5 M yang bersumber dari APBD 2022 itu dipergunakan untuk kegiatan apa-apa saja dan harus jelas dan detail.

“Jangan SPJ kegiatan dengan fakta yang ada dilapangan tidak sesuai. Dengan demikian nantinya dapat menimbulkan dugaan bahwa SPJ kegiatan tersebut penuh dengan manipulasidata didalam penyusunan pertanggungjawabannya,” ucap Hery.

“Kita sangat prihatin tambahnya, disaat ekonomi masyarakat lagi goncang akibat wabah pandemic covid-19 tiga tahun belakangan ini pada level 2. Seharusnya Bupati Asahan membuat kebijakan, bukan malah menggelar kegiatan hari jadi asahan di Gedung Serbaguna. Seyogyanya kegiatan itu tidak perlu dilaksanakan,” tambahnya.

Anggaran sebesar itu kata Hery, lebih bermanfaat lagi dilaksanakannya pasar murah di setiap Kelurahan dan Desa. Mengingat menjelang bulan suci Ramadhan harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Asahan meningkat, terutama harga minyak goreng, beras, cabe dan lain sebagainya.

“Manfaat itu lebih besar lagi apabila dilakukannya kegiatan pasar murah untuk membantu ekonomi masyarakat asahan, mengingat situasi perekonomian saat ini sangat sulit. Hal itu dilakukan tentu sangat mendasar, mengingat visi dan misi ketika saat mencalon sebagai Bupati, salah satunya adalah mewujudkan masyarakat asahan yang sejahtera, religius dan berkarakter,” kata Hery.

Terkait kedua persolan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan, Syamsuddin, SH, MM, selaku corongnya Bupati Asahan saat dikonfirmasi awak media melalui Whats-App, Rabu malam (17/3) sampai berita ini ditayangkan tidak bersedia memberikan tanggapan. (SN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini