KETUA Umum (Ketum) PWI Pusat Akhmad Munir menyatakan kemampuan wartawati saat ini tidak kalah dengan wartawan pria.
Saat ini, ia memperkirakan jumlah wartawati kurang dari 20% dari total wartawan di Indonesia.
“Kami berusaha mendorong wartawan perempuan menjadi wartawan profesional dan tidak kalah dengan wartawan laki-laki,” ujar Cak Munir —sapaan akrab Akhmad Munir— pada acara Silaturahmi Wartawati Seluruh Indonesia (SIWI) yang merupakan bagian dari perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, pada Sabtu (27/2).
Ia menyebut sejumlah perempuan yang karier mereka sebagai wartawati sukses di Indonesia. Di antaranya, Direktur Utama KompasTv Rosiana Silalahi, Najwa Shihab (pemilik NarasiTv), dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Mutia Hafidz.
“Itu adalah wartawati-wartawati perempuan yang berhasil meng-capacity building-nya, sehingga mereka bisa menjadi public figure. Sehingga mereka bisa mejadi tokoh masyarakat,” ucap Cal Munir yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.
Menurut dia, wartawati memiliki keunggulan yang spesifik yang bisa menjadi potensi dalam mengembangkan karier wartawan. Dan, kemampuan tersebut bisa terlihat pada bermunculannya para wartawan televisi perempuan, host podcast, maupun content creator perempuan yang sukses dalam karier.
Hal itu, menurutnya, karena perempuan memiliki kemampuan membuka jaringan atau menembus nara sumber. “Karena perempuan lebih luwes.”
Karenanya, lanjut Cak Munir, kelebihan perempuan bisa menjadi kekuatan bagi seorang wartawati dalam mengembangkan karier mereka. Dan, saat ini ia menilai kedudukan wartawati dalam berkarier sudah setara dengan wartawan pria. (Ria)







