Onlinekoe.com | Agam – Bupati Agam Benni Warlis, berdialog khusus bersama TV One dalam program Kabar Petang yang disiarkan secara live streaming dari Posko Komando Tanggap Darurat Kabupaten Agam, Jumat (2/1/2026).
Dalam dialog tersebut, presenter TV One mempertanyakan kondisi terkini pasca terjadinya galodo susulan yang berulang kali melanda Kecamatan Tanjung Raya.
Menjawab hal itu, Benni Warlis mengakui bahwa galodo susulan memang terjadi beberapa kali dan bahkan dampaknya lebih besar dibandingkan saat bencana pertama.
“Galodo susulan ini menerjang permukiman warga dan intensitasnya lebih besar dari kejadian awal,” kata Benny Warlis.
Menyikapi kondisi tersebut, kata Benny Warlis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi warga dari wilayah rawan bencana guna mencegah terjadinya korban jiwa.
“Sekitar 300 jiwa sudah kita evakuasi dan diungsikan ke sekolah serta masjid yang dinilai aman dari ancaman bencana,” ungkapnya.
Benni Warlis juga mengatakan, bahwa galodo yang terjadi berulang kali mengakibatkan akses jalan utama Lubuk Basung- Bukittinggi sempat lumpuh total. Padahal sebelumnya, akses tersebut telah dibersihkan.
“Karena galodo kembali terjadi, akses kembali tertutup, Namun, hari ini cuaca sudah cerah dan alat berat sudah berada di lokasi. Kita harapkan sore ini akses kembali terbuka,” sebutnya.
Lebih lanjut, Bupati Agam mengungkapkan bahwa kemarin Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, bersama tim telah meninjau langsung lokasi bencana. Dengan peninjauan tersebut, Benni Warlis berharap penanganan bencana bisa dilakukan secara lebih komprehensif.
“Kita berharap permasalahan ini tidak hanya diselesaikan di hilir, tetapi bagaimana memetakan hulunya dan menentukan langkah teknis yang tepat. Kalau tidak, ketika galodo kembali terjadi dampaknya bisa lebih luas lagi. Ini yang menjadi kekhawatiran kita,” harapnya.
Menurut bupati, galodo terjadi berulang kali karena kondisi hulu sungai yang sudah jenuh akibat curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus. Bahkan, getaran kecil saja dapat memicu terjadinya bencana.
“Dalam kondisi tertentu, meskipun tidak hujan, galodo masih bisa terjadi karena hulunya sudah terisi air,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan, kemarin sekitar pukul 18.00 WIB di kecamatan yang sama tepatnya di Sungai Asam, Nagari Koto Kaciak, juga terjadi banjir. Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan unit rumah warga terendam.
“Warga terdampak juga sudah kita evakuasi dan ditempatkan di lokasi pengungsian,” terang Benny Warlis menutup. (Warman)







