Beranda Jawa Tengah Festival Dalang Anak dan Remaja “Kawah Candradimuka” Dalang Muda Semarang

Festival Dalang Anak dan Remaja “Kawah Candradimuka” Dalang Muda Semarang

Semarang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang kembali menaja Festival Dalang Anak dan Remaja Tingkat Kota Semarang. Festival Dalang tahun 2024 digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, dari 16 hingga 17 Oktober 2024.

Gelaran Festival Dalang Anak Remaja Kota Semarang 2024 yang digelar Disbudpar Kota Semarng merupakan upaya mencari generasi muda dalang wayang kulit di Kota Semarang.

Setelah melalui seleksi ada sepuluh orang yang masuk ke grand final untuk dalang anak yaitu; Reiffel Priya Wahyana, Danendra Dananjaya Djuanda, Yusuf Wikrama Tungga, Abrisan Reynand Alhanan, dan Naufal Abyan Pratama Kurniawan.

Sedangkan untuk dalang remaja, yaitu; Brata Satrianegara, Kenneth William revival, Jagaddhita Natanegara, Dwi Tibra Arya, dan Fajar Adhsa Fransetya.

Festival Dalang Anak dan Remaja 2024 ini diharapkan juga menjadi ajang para dalang muda untuk mengambil peran nguri-uri dan melestarikan kesenian wayang kulit.

Dalam grand final yang berlangsung selama dua hari para finalis tampil menunjukan kepiawaiannya di hadapan dewan juri yaitu Dewan juri Festival Dalang Anak dan Remaja Kota Semarang akhirnya menetapkan Danendra Dananjaya Djuanda sebagai pemenang pertama untuk kategori dalang Anak.

Kemudian disusul Reiffel Priya Wahyana sebagai pemenang ketiga. Sedangkan ditempat ketiga Yusuf Wikrama Tungga.

Menyusul untuk kategori remaja dalang remaja ditetapkan sebagai juara pertama Jagahita Natanegara, diikuti Kennent William Revival sebagai juara kedua dan Fajar Adhasa Fransetya sebagai juara ketiga.

Kegiatan Festival Dalang Anak dan Remaja Kota Semarang 2024 ditutup langsung oleh Kepala Dinas Budaya dan Priwisata Kota Semarang R. Wing Wiyarso Poespojoedho, S.Sos, M.Si.

Sebelum menutup Festival Kepala Disbudpar menyerahkan hadiah kepada para pemenang kategori anak masing-masing kepada Danendra Dananjaya Djuanda berhasil menyabet gelar sebagai penampil terbaik pertama menerima hadiah, piagam plakat dan uang pembinaan Rp.7.500.000,-.

Reiffel Priya Wahyana sebagai penampil terbaik kedua menerima hadiah piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.6.500.000,- dan Yusuf Wikrama Tungga.sebagai penampil terbaik ketiga menerima hadiah berupa piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.5.500.000.

Hadiah juga diserahkan kepada para pemenang kategori remaja masing-masing kepada; Jagahita Natanegara berhasil menyabet gelar sebagai penampil terbaik pertama menerima hadiah, piagam plakat dan uang pembinaan Rp.7.500.000.

Kennent William Revival sebagai penampil terbaik kedua menerima hadiah piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.6.500.000.

Fajar Adhasa Fransetya sebagai penampil terbaik ketiga menerima hadiah berupa piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.5.500.000.

Pada kesempatan itu, Kadis berpesan agar para pemenang tetap terus belajar mengasah potensi dan talenta yang dimiliki. Kadis merasa bangga dan mengapresiasi penampilan para finalis yang mengikuti festival ini.

“Semua tampil baik, kalau pun ada yang menang dan kalah wajar namanya sebuah kompetisi. Bagi yang menang jangan cepat puas, terus belajar dan mengasah ketrampilan mendalangnya,” ujar Kadisbudpar.

Harapannya kedepan para juara ini bisa mewakili Kota Semarang pada Festival Dlang Se – Jawa Tengah dan Nasional. Nantinya, bisa tampil sebagai dalang yang bisa menyajikan pergelaran wayang menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Semarang, Sarosa, S.Sn sebelumnya, mengakui kalau pelestarian seni budaya khususnya pedalangan di Kota Semarang masih tertinggal jauh dengan Yogyakarta dan Surakarta.

Untuk itu, Disbudpar Kota Semarang rutin menggelar festival dalang. Festival Dalang kegiatan rutin dan sudah berlangsung sejak 2015.

Selain upaya pembinaan dan pelestarian seni pedalangan di Kota Semarang dapat terus berjalan, lewat kegiatan seperti itu , bisa memunculkan generasi-generasi muda dalang wayang kulit.

Tahun kemarin Kota Semarang berhasil menjadi juara 2 tingkat nasional, harapannya juara tahun ini juga bisa maju ke tingkat provinsi dan nasional.

Tahun 2024 ini festival dalang dibagi dalam dua kategori, yakni anak dan remaja. Tujuannya, agar lebih meningkatkan regenerasi seniman dalang muda.

“Tahun lalu penyelenggaraan masih campur anak dan remaja. Tahun ini dipisah, agar supaya bisa memberikan wadah kepada generasi muda,” pungkasnya. (Heru Saputro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini