Onlinekoe.com, MEDAN – Ikatan Alumni Fakultas Perikanan Universitas Riau (Ika Faperika Unri) Sumatera Utara, bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Provinsi Sumatera Utara, menggelar bakti sosial khitanan massal bagi 50 anak nelayan di Kampung Nelayan Seberang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sabtu (06/07/2019).
Proses operasi khitanan dilaksanakan di Gedung Yayasan Al-Hijrah, Lingkungan XII, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.
Ketua Panitia Khitanan Massal, yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara, Mulyadi Simatupang, didampingi Kepala Seksi Pengendalian Penangkapan Ikan, Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan, yang juga Ketua Harian Ika Faperika Unri, Hemat Sirait, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program peduli masyarakat nelayan.
Namun bentuk kegiatannya tidak hanya khitanan massal, melainkan sejumlah bakti sosial kemasyarakatan lainnya, seperti penyerahan bantuan perlengkapan sekolah, bahan makanan, dana santunan, pakaian, dan susu kepada anak nelayan.
“Program peduli maayarakat nelayan ini merupakan bagian dari amanah Almamater Unri, bahwasanya kita harus bertanggungjawab untuk membangun SDM Perikanan, serta aktif dalam melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan, demi meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama” ungkap Mulyadi.
Secara khusus dia menyebut, program peduli maayarakat nelayan merupakan langkah awal Ika Faperika Unri untuk memperhatikan lingkungan, infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, dan masa depan keluarga nelayan.
Dalam hal ini, sambung Mulyadi, dipilihnya Kampung Nelayan Seberang sebagai daerah sasaran program terkait, dikarenakan wilayah tersebut cukup terpencil dan kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal hampir 95 persen dati total populasi penduduknya merupakan nelayan tradisional.
Atas pertimbangan itu pula dia mengaku, Ika Faperika Unri dan Diskanla Provinsi Sumateta Utara turut mengoptimalkan sinergitas dan kerjasama lintas sektoral, dengan tujuan mengoptimalkan program pembangunan masyarakat nelayan di Sumarera Utara, baik dari segi fisik maupun sosial-ekonomi.
“Sejauh ini, kita sudah terlibat kerjasama dengan Pemerintah Kota Medan, RSAL Dr Komang Makes Belawan, PT Charoen Pokphand, PT Soho Medan, serta beberapa lembaga dan perusahaan lainnya,” terang mulyadi.
Disinggung mengenai minimnya perhatian pemerintah kepada masyarakat masyarakat nelayan setempat, dia mengaku hal tersebut dikarenakan minimnya sosialisasi atas progtan pembinaan masyarakat. Hal itu pula yang memicu ketidaktahuan nelayan, terutama terkait pembentukan kelompok nelayan berbadan hukum, ataupun koperasi.
“Ketiadaan kelompok ataupun koperasi khusus masyarakat nelayan, tentunya membuat program bantuan dan pembinaan dari pemerintah tidak dapat tersalurkan. Sehingga ke depannya, kita melalui petugas penyuluh perikanan, akan menyelesaikan persoalan ini,” tandas Mulyadi. (andi/tiara)







