Onlinekoe.com, Bireuen-Janda Nek Rahmawati Harun,63, Warga Gampong Caba Timur, Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, hidupnya sebatang kara di gubuk reot, berdinding papan,perlu uluran tangan untuk membuat satu rumah layak huni, ujarnya,yang dihubungi media ini,Ahad (03/06) dikediamannya.
Memang Ibu tua ini, ada dua anak perempuan sudah Merantau mencari rizki di negara jiran Malaysia dan satu lagi di Aceh Tengah Takengon, juga dari nafkah untuk biaya hidup mareka,kedua anaknya ada mengirim biaya hidup setiap bulan kepada ibundanya, tetapi untuk membangun rumah nenek janda Rahmawati Harun, sama sekali tidak mampu, kata Janda miskin Rahmawati Harun.
Janda ini, sudah lama menjadi ditinggal mati suaminya, tinggal di rumah gubuk reot uluran 6 x 7 meter,memang beratap seng biaya anaknya, membangun rumah sekedar untuk bisa tempat berteduh,saban hari tidak bisa bekerja akibat sakit sakitan ketuaannya,memang harus banyak kepedulian kedua anaknya walaupun jauh di rantau.
Nenek Rahmawati Harun, sangat mengharapkan keusyeik Gampong Caba Timur Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen,untuk bisa membangun satu rumah miliknya, pada lahan kebun kelapa anaknya, yang kini tempat sekarang berteduh, menurutnya nenek Rahmawati Harun, mengatakannya dia sudah cukup lama melaporkan kondisi kemiskinan kepada keusyeik Gampong Caba Timur bersama Camat Peudada.
Tetapi tidak pernah ditanggapi, padahal dia sudah cukup layak dibangun satu rumah layak huni,baik dari biaya dana desa maupun dana bantuan lainnya dari pemerintah, ternyata sudah puluhan tahun tidak pernah ditanggapi, apalagi tambah dia, pernah mendengar Bupati Kabupaten Bireuen Saifannur, dalam tahun ini, akan merencanakan bangunan rumah dhuafa untuk warganya, sekitar dua ribu unit, sebaiknya untuk dia satu unit, ujar Nek Rahmawati Harun, secara penuh harap kepada media ini.
Keresahan nenek Rahmawati Harun, walaupun sangat dipedulikan kedua anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup nya, setiap bulan, tapi, rumah hidup yang layak huni,tidak mampu dibangun oleh anaknya,mencari sesuap nasi di perantuan, sangat diharapkan kepada Keusyeik setempat untuk dapat membangun satu rumah untuknya, melalui dana desa sesuai program pemerintah kabupaten Bireuen, termasuk Bupati Saifannur, ujarnya Rahmawati, Harun,penuh iba, agar rumah layak huni, segera terwujud.
Bupati Bireuen, Saifannur,yang dikonfirmasi hal ini,ada warga Gampong Caba Timur, sangat membutuhkan rumah layak huni, sebab Nek Rahmawati Harun,sudah lama hidup sebatang kara, belum dibangun dengan dana desa, oleh Keusyeik setempat, merasa terkejut, sebab tidak mau mendukung programnya.
Menang tahun ini sampai tahun 2020, dia, program utama membantu bangunan rumah dhuafa diberbagai gampong,bila ada keusyeik maupun camat, tidak mendukung hal ini,pasti akan copot jabatan terutama Camat,yang Kurang peduli dengan warga masyarakat miskin,ujar Saifannur,kepada media ini, Saat buka puasa bersama para wartawan media cetak dan online,dua hari lalu di Pendopo Bupati Bireuen.
Oleh sebabnya itu, janda miskin Nek Rahmawati Harun, uluran tangan semua pihak sangat diharapkan untuk bisa membangun satu rumah sedangkan tanah milik anaknya sudah disediakan, sesuai kebutuhan, tambah, Nek Rahmawati Harun, Sedih (r.jibro).







