Beranda Jawa Tengah Jejaring Kampung Harap Aktivasi Seni Budaya Gelaran Kolektif Hysteria Berkelanjutan

Jejaring Kampung Harap Aktivasi Seni Budaya Gelaran Kolektif Hysteria Berkelanjutan

Semarang – Kolektif Hysteria melalui Platform PekaKotakembali mengumpulkan para komunitas dan kelompok kampung yang sudah bertahun-tahun menjadi jejaringnya.

Pertemuan jejaring kampung yang diinisiasi oleh Kolektif Hysteria tersebut, digelar pada hari Minggu (18/08/2024) lalu di Pendopo Kampung Jawi, Jalan Kalialang Lama RT 02/ RW 01, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Pertemuan ini mengusung tema nonton bareng (nobar), bertajuk Ulas Film (Usil) ke-14, Platform PekaKota – Kolektif Hysteria, menaja film dokumenter kegiatan Program Purwarupa PekaKota Institute 2024 yang telah dilaksanakan di 10 titik, beberapa waktu lalu.

Usai menonton film, para perwakilan jejaring kampung selanjutnya melakukan sarasehan santai dengan anggota Kolektif Hysteria.

Siswanto, perwakilan dari Kampung Tematik Kampung Jawi berharap aktivasi jejaring kampung dan kerja-kerja kolaborasi seni budaya bersama Kolektif Hysteria bisa berkelanjutan.

“Kegiatan yang sangat penting bagi masyarakat kampung itu, harapannya bisa tetap berkelanjutan dan bisa bermanfaat bagi para pelaku maupun warga sekitar secara luas,” ujar Siswanto.

Hal Senada diungkapkan Rohmad, perwakilan dari Sedulur Kampung – Nongkosawit, menganggap kerja kolaborasi dan aktivasi Kolektif Hysteria cukup penting.

Sebab, baginya bahwa kesadaran para warga kampung terhadap wacana pemberdayaan lingkungan dan tradisi budaya setempat masih kurang.

“Kesadaran warga masih kurang untuk memberdayakan potensi lingkungan, sekaligus menjaganya melalui pendekatan seni dan budaya. Bersama program-program yang berkolaborasi dengan Hysteria, setidaknya ada pantikan untuk menumbuhkan kesadaran itu,” papar Rohmad.

Sementara itu Nella Ardiantanti Siregar, selaku Program Manager Platform PekaKota yang juga bertindak sebagai moderator diskusi, mengamini pernyataan tersebut.

Nella mengatakan bahwa pemutaran film dokumenter Program Purwarupa dalam agenda Temu Jaringan, bertujuan untuk memantik kembali keaktivan para jaringan kampung supaya tak berhenti menggelar kegiatan seni budaya di tempatnya.

“Pasalnya dengan pendekatan seni dan budaya, kita bisa lebih mudah diterima dan dinikmati sekaligus oleh warga. Jadi tidak melulu harus agenda forum yang serius atau imbauan bernada instruksi dalam mengajak warga sekitar peduli akan potensi sumber daya alam yang dimiliki maupun untuk melestarikannya,” tandas Nella.

Kerja-kerja kolaboratif yang dilakukan Kolektif Hysteria lanjutnya, dengan kelompok lain tak hanya bersama jejaring kampung. Namun, juga melibatkan jejaring kesenian dan kebudayaan lain.

“Dalam temu jaringan ini, kita tak hanya mengundang jejaring kampung. Tetapi juga jejaring kesenian dan kebudayaan, khususnya di Kota Semarang,” kata Nella.

Agenda Temu Jaringan, menjadi salah satu rangkaian menuju ulang tahun Kolektif Hysteria ke-20. Serta masuk dalam Event Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, melalui Program Dana Indonesiana. (Heru Saputro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini