Onlinekoe, Bogor – Kampanye anti plastik terus gencar di Kota Bogor, termasuk dilakukan para akademisi. Mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor memilih menggunakan botol tumbler untuk mengurangi penggunaan plastik.
Kampanye dilakukan secara simbolis, Bima Arya didampingi Rektor Unpak Bibin Rubini dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Agnes Setyawati. Sabtu (6/9)
Pemberian tumbler atau tempat minum kepada tiga mahasiswa saat Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
Tiga mahasiswa FISIB penerima tumbler, dua diantaranya, Almoazer Abdelaal Abdllatif Abdelrahman asal Sudan dan Rizwana Abdullah
dari India serta Salsadila Khairun Nissa.
Bima mengapresiasi dukungan Unpak terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bogor peduli lingkungan dengan mengatasi persoalan sampah.
Dihadapan para mahasiswa FISIB Unpak, ia mengatakan, senantiasa berpikir dan berikhtiar tidak hanya untuk hari ini dan berupaya untuk bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain.
“Salah satunya mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik berlaku sejak 1 Desember 2018,” kata Bima
Menurutnya, apa yang dilakukan di Kota Bogor akan berdampak bagi daerah lain. Jika orang Bogor jorok dengan membuang sampah sembarangan, tidak hanya kita, tapi daerah lain,” katanya.
Bima menilai semua pihak harus berpikir dan mengelola sampah mulai dari sekarang. Sebab, jika tidak bertindak akan menjadi persoalan di masa depan dan generasi penerus. Diantaranya mengelola dan mengurangi sampah mulai dari hulu atau rumah tangga.
Rektor Unpak, Bibin Rubini mendukung kebijakan yang ditetapkan Pemkot Bogor. Salah satunya Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Jika nanti di kampus Unpak ada mahasiswa yang kedapatan merokok, akan dikenakan sanksi.
Polusi tidak hanya udara dan sampah plastik, tapi ada polusi yang mengotori pikiran, yaitu polusi informasi hoaks. “Jadi, kalian harus memiliki kecerdasan data untuk menangkalnya,” kata Bibin. (Den)







