Beranda Bengkulu Kepala OJK Bengkulu : Maaf Terkait Statement Tuduhan Provokator Wartawan

Kepala OJK Bengkulu : Maaf Terkait Statement Tuduhan Provokator Wartawan

Onlinekoe – Kepala Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Provinsi Bengkulu Laksmi Shintya Dewi didampingi Kepala Kehumasan OJK Delva Susianti menggelar silaturahmi dengan Insan Pers.

Acara digelar di Ar Rich Restaurant Km 9 persis di depan kantor Polda Bengkulu. Selasa (9/12/2025).

Dalam agenda silaturahmi Besama Ratusan awak media, acara dibuka Kepala OJK Bengkulu, Ibu Laksmi Sintya Dewi, hadir juga sejumlah pejabat OJK lainnya ikut menghadiri kegiatan tersebut, seperti Kemedo, Hilda, Hans Gultom, Sarah dan Rahmat.

Delpa Susiati, selaku humas OJK Bengkulu awalnya menimbulkan permasalahan melalui statmannya, Ia menyampaikan melalui WhatsApp ke beberapa rekan media mengatakan Propokator dan karena mereka tidak ikut jalan-jalan. Akibat tuduhan tersebut rekan media yang lainnya tidak terima tuduhan tersebut menjadi piral dan bahan berita di mana-mana.

“Pihak OJK merasa terusik berita tersebut merangkul dan melakukan jumpa pers dengan tujuan silaturahmi untuk bertatap muka dengan ratusan wartawan yang selama ini hanya tahu wajah tapi tidak tahu rupa para awak media di Bengkulu, Dalam hal ini Ibu Laksmi kepala OJK Bengkulu dan Ibu Delpa mereka minta maaf dan mengakui Statement yang dikatakan ketika itu karena sedang emosi ia secara pribadi meminta maaf Atas kejadian beberapa hari yang lalu”.

Ia menilai kejadian tersebut tidak akan terulang lagi, pihaknya minta maaf, ia tidak ada maksud untuk menghalangi wartawan untuk meminta informasi tentang OJK.

Ia mengakui pengalaman tersebut memberi pengalaman berharga bagi dirinya masih banyak perlu belajar tentang kehumasan.

“Selama ini sudah baik dan ke depan akan lebih baik lagi terhadap kawan-kawan harapnya”.

Damar salah satunya wartawan media online yang hadir menyampaikan kekecewaannya, atas Statement humas OJK tuduhan Propokator.

“Bagi saya sangat menyakitkan dan melukai perasaan dan karena tidak diajak jalan-jalan katanya, kalau dikeluarkan dari grup WhatsApp OJK tidak apa-apalah, tapi perlu diketahui publikasi dari institusi pemerintah harus perlu keterbukaan, wartawan menyampaikan kebaikan dan keburukan sebagai kontrol sosial guna memperbaiki kinerjanya,” jelasnya.

“Kalian bekerja digaji oleh negara dari uang rakyat jangan dianggap wartawan humas pemerintah, atau mitra kerja sinergitas semata atau mencari berita baik-baik saja. Wartawan adalah independen berita berita mencubit itu adalah kontrol sosial, minta maaf yang disampaikan oleh kepala OJK dan kehumasan secara pribadi saya terima. Harapan saya tolong dibenahi diperbaiki hubungan semua Kehumasan pemerintah khususnya OJK Bengkulu,” tambahnya tegas,

Terakhir, wartawan Iksan Agus Abraham, polemik yang terjadi bisa diselesaikan secara damai, Iksan mengaku ia ikut dalam pendirian OJK Bengkulu 14 tahun lalu.

Ia akui zaman kepemimpinan ibu Ayu kondisi Bengkulu sedang dalam keadaan sulit dan tidak seperti zaman kepala OJK sebelumnya. Iksan menegaskan wartawan memang perlu konfirmasi karena butuh berita.

“OJK harus menerima saran-saran dan masukan dari wartawan yang hadir. Ayu Laksmi minta maaf dan menerima masukan dan menjadi pelajaran ke depan agar lebih baik lagi,” tutupnya.

(jlg)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini