Onlinekoe.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan masa yang mengatasnamakan Front Pembela Rakyat (FPR), melakukan Demo pada kamis (26/01/2023), di kantor DPRD Provinsi Bengkulu dilanjutkan ke kantor Gubernur Bengkulu.
Dalam aksinya massa menuntut agar tambang Batu Bara ditutup menimbulkan kebanjiran, dan Direktur Rumah Sakit (RS) M Yunus diganti serta Wakil Direktur serta Kepala OPD dilingkungan Pemprov yang diduga tidak becus bekerja untuk segera diganti.
Massa pendemo menuntut Direktur RS M Yunus dan jajarannya diganti, mereka menilai bahwa pelayanan RS M Yunus saat ini terkesan tidak berjalan dengan baik tidak becus. Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Rustam Efendi membeberkan persoalan manajemen dan Direkrur RS M Yunus bekerja tidak maksimal, maka juga harus ditegur sesuai dengan cara dan teknis yang berlaku.
“Saya sendiri sudah saya alami sebagai korban di ketika itu waktu mau berobat kita, selalu dipersulit oleh mereka ( pihak rumah sakit) . Jadi sebaiknya kembalikan saja Direktur dari kalangan ASN, agar bisa bekerja profesional dan maksimal,” tegasnya.
Rustam juga menambahkan, Hingga sampai hari ini masih banyak program Gubernur bengkulu tidak berjalan, karena para pejabatnya tidak bekerja dengan baik, padahal Gubernur sendiri telah memerintahkan kepada seluruh jajarannya agar bekerja dengan baik, ternyata yang dibawahnya ini, tak mengindahkan perintah pimpinan seperti pelayanan tidak maksimal di Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus Bengkulu. Sehingga Masyarakat banyak yang kecewa tentang pelayanan tidak bekerja secara maksimal.
“Kami meminta kepada Gubernur Rohidin Mersyah agar segera mengganti kepala kepala Dinas yang tidak bekerja dengan maksimal seperti Kepala Dinas SDM provinsi Bengkulu, menurut pengamatan kami jelas mereka ini tidak berkerja dengan baik. Contohnya banyak Tambang Batu Bara di Provinsi Bengkulu tanpa melakukan Reboisasi bekas galian tambang, seperti ini yang menimbulkan kebanjiran di mana mana di wilayah provinsi Bengkulu ujarnya.
Usai melakukan aksi di depan kantor DPRD Provinsi bengkulu, kemudian sejumlah masa bergegas beralih menuju ke kantor Gubernur Bengkulu selanjutnya menyampaikan tuntutan yang sama (jlg)







