Onlinekoe.com | Way Kanan – Muhtar Aman harapkan kaki palsu, warga asal Kampung Curup Patah, Kecamatan Gunung labuhan, Kabupaten Way Kanan butuh bantuan dan perhatian dari pihak Pemerintah terkait atau seorang darmawan.
Dirinya harus menderita patah kaki yang di tahannya sejak 2016, sampai saat ini belum juga mendapatkan bantuan dari pihak mana pun karena akibat tidak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan, Sabtu (8/1/22), sekitar pukul 14:12 WIB.
Pak Muhtar Aman berjuang melawan sakit sangkal putung kedua kakinya, kondisi yang semakin memprihatinkan, dirinya hanya bisa terbaring di kursi roda saja.
Kronologis musibah tersbut, awalnya hanya seperti digigit nyamuk. Tetapi rasa sakitnya semakin besar seperti asam urat dan rematik, sampai sekarang belum ada titik terangnya.
“Belum ada obat dari dokter, sehingga di amputasi. Semakin enggak tahan rasa sakit karena merambat ke tangan, kala itu rasa sakitnya sebatas ngilu linu, kayak asam urat atau rematik. Namun badan biasa aja, hanya kerasa ditangan ngilu dingin. Masuk tahun 2019 tangan saya ikut diamputasi lagi. Keterangan dari dokter, penyakit ini di namakan pagerisis penyumbatan pembulu darah, sehingga dilakujab amputasi terus sampai saat ini, sudah 6 kali,” jelasnya.
Ismail selaku juru bicara, mewakili keluarga pendamping Muhtar Aman saat dikonfirmasi mengatakan, sangat berharap bantuan berupa kaki palsu untuk meringankan beban yang di derita selama ini.
“Semoga keluhan bapak Muhtar Aman dapat di dengar oleh pemerintah khususnya Dinas Sosial maupun Bupati kabupaten Way Kanan,” tutupnya. (Bsr)







