Onlinekoe – Proyek peningkatan trotoar tengah jalan (Median Jalan) dan drainase kelurahan Padang Serai kecamatan kampung melayu Kota Bengkulu, diduga menguras dana APBD Kota Bengkulu tahun anggaran 2025 cukup besar sangat pantastis Rp 3,2 miliar lebih.
Dengan panjang trotoar hanya 1,2 km dan drainase panjangnya 800 m + siring pembuangan 200 m dikerjakan CV Indo Karya Agung.
Sejak awal pengerjaan dikeluhkan warga yang terutama rumahnya dipinggir jalan, diduga karena proyek peningkatan drainase lebih dalam daripada jalan keluarnya air sehingga mengendap genangan air menjadi sarang nyamuk.
Warga setempat ditemui media ini, Halian dan Iwan mengatakan, melihat dari Drenasenya, bangunan siring tidak lurus banyak lobang dan retak maupun disisi jalan, gorong-gorong tersumbat karena sangat kecil.
Dinas PUPR Kota ketika disosialisasikan kepada warga rencana pembangunan Trotoar dan Siring ketika itu dirinya ikut hadir, yang merupakan pbangunan drainase dibangun kiri dan kanan jalan.
“Namun kenyataannya hanya sebelah kiri jalan saja, itupun hanya 800 meter ditambah siring pembuangan sekitar 200 meter yang dikerjakan tidak seimbang dengan Dana yang ada,” keluhnya.
Informasi dari warga adanya keluhan warga, tim media Sabtu (13/12/2025). Langsung memantau ke lokasi proyek menemukan sejumlah pekerja yang masih sibuk menambal dinding drainase terlihat banyak retak-retak dan berlubang.
Bahkan nampak drainase sepanjang 1 km tersebut tidak lurus, diduga dikerjakan asal-asalan sepertinya tidak ada pengawasan dari konsultan maupun pengawasan dari Dinas PU.
Selanjutnya, sumber mengatakan ada potongan gaji setiap hari Sabtu, Gaji dipotong bervariasi mulai dari Rp 15 – 50 ribu dipotong.
“Alasannya untuk kepala tukang yang membawa orang kerja. Gaji tukang hanya Rp 130 ribu, tidak ada lagi gaji tukang sekecil itu di Bengkulu, lembur hanya Rp 15.00/ jam,” keluhnya.
Pengawas proyek dari Perusahaan Sarono yang ditemui mengatakan, tentang potongan gaji jawaban tidak ada.
“Kenapa drainase tidak lurus, saat digali basting mallnya tidak sama dan kenapa tergenang air dalam siring nanti diperbaiki lagi, pekerjaan sudah 95 % tinggal finishing,” katanya.
Bos Kontraktor Ijal tidak bisa ditemui seolah-olah menghindar, dihubungi tidak mau angkat di WA tidak mau balas sampai berita ini diterbitkan belum bisa ditemui.
(tim).







