Beranda MEDIA CREATIVE Pembukaan Pameran Sanggar PETA “Menembus Isolasi Tanggamus”

Pembukaan Pameran Sanggar PETA “Menembus Isolasi Tanggamus”

Gisting – Sanggar Pelukis Tanggamus (PETA) menaja pameran lukisan bertajuk “Menembus Isolasi Tanggamus”. Pameran lukisan ini akan digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Gisting Bawah dari 15 – 21 Mei 2024.

Pameran seni rupa ini memajang sekira 60 lukisan karya Nurbaito, Ongky Sanjaya,Rudi Ndho Boy, Jefri Santoso, Lukas Juwahir dan Ikem Suciati.

Pameran yang dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus(Disparbud) Suyanto ini dihadiri Kapolres Tanggamus AKBP Rinaldo Aser, Camat Gisting Purwanti , para lurah, kepala sekolah se-kecamatan Gisting dan tamu undangan lainnya.

Kepala Disparbud Suyanto menyambut dan sangat menggapresiasi gelaran pameran yang diinisiasi Sanggar Pelukis Tanggamus (PETA). Kegiatan ini sangat apresiatif untuk menumbuhkembangkan potensi dan talenta anak-anak muda Tanggamus.

“Mari kita bersama-sama membongkar dan mengeksplor isolasi yang terjadi selama ini dan bersama-sama mengeksplor potensi Tanggamus. Karya-karya lukisan yang indah ini bisa menumbuhkan semangat kreativitas. Potensi yang ada di Gisting dan kecamatan-kecamatan lainnya bisa ditumbuhkembangkan bersama. Wadah PETA ini bisa menjadi pemantik kreativitas dan pertumbuhan dunia seni rupa di Tanggamus. Dan para pelukis Tanggamus makin dikenal, ” ujar Suyanto.

Harapannya, ke depan, para pelukis selain bisa mengikuti berbagai pameran di tingkat daerah juga di tingkat nasional. Sanggar PETA ke depan bisa berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata dan Budaya bersama-sama membangkitkan dan mengangkat potensi kabupaten Tanggamus.

“Ke depan kami punya program untuk membuat kegiatan untuk para pelajar melukis bersama di Way Lalaan, Cagar Budaya batu Bedil atau destinasi wisata Tanggamus lainnya. Para pelajar melukis kemudian diapresiasi oleh para pelukis,” ujar Suyanto.

Hal senada juga disampaikan Camat Gisting Purwanti potensi-potensi yang ada harus terus diangkat dan ditumbuhkembangkan agar para pelukis Tanggamus dan karyanya makin dikenal.

Sementara itu, Ketua Sanggar PETA Nurbaito mengatakan pameran ini selain bertujaun untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional juga karena rasa keprihatinan akan nasib seni rupa yang terabaikan dari ekosistem dan infrastruktur seni rupa kabupaten Tanggamus.

“Padahal kami sering diundang menjadi juri atau nara sumber dan juri di kecamatan. Ini sangat ironis sekali, seolah-olah kami terisolasi. Padahal para seniman yang diundang sering berkegiatan bersama dengan kami baik ketika berpameran di Taman Budaya Lampung dan Dewan Kesenian Lampung,” ujar Nurbaito pelukis yang sering berpameran diluar Lampung seperti; Jakarta, Yogyakarta, Jambi dan banyak lagi.

Pelukis Nurbaito yang pernah mewakili Lampung pada Pameran Seni Rupa Nusantara (PSRN) di Galeri Nasional, Jakarta, 2011 ini menegaskan maka dari itu anggota komunitas Sanggar PETA bertekad menggelar pameran ini.

“Dengan pameran ini kami ingin unjuk kebolehan mertetas isolasi dan berharap bisa menembus birokrasi baik dinas maupun pemangku kesenian di kabupaten Tanggamus, Mereka seharusnya mengapresiasi kiprah kami di dunia seni rupa yang membawa nama harum Tanggamus,” tandas Nurbaito berapa-api.

Selain itu, juga berharap Pemkab Tanggamus, ke depan dapat menginisiasi dan memfasilitasi gelaran pmaeran seni rupa untuk putra putri Tanggamus yang punya minat dan bakat di dunia seni lukis.

“Sudah saatnya seni rupa Tanggamus dibangkitkan sehingga diperhitungkan kembali di blantika seni rupa nasioanl,” imbuh Nurbaito pelukis Tanggamus yang sering mengikuti pameran regional dan nasional. (Heru Saputro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini