Pemkab Agam Gelar Bimtek Sistem Pengendalian Intern, Ini Tujuannya

Onlinekoe.com | Agam – Peningkatan pengelolaan sistem pengendalian intern menjadi alat penting bagi pemerintah daerah (Pemda) dalam meningkatkan akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan.

Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam yang diselenggarakan di Aula Bappeda, Selasa (26/3/2024).

Bimtek tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 26 dan 27 Maret 2024.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Agam, Drs.Edi Busti, M.Si, mewakili bupati mengatakan, bahwa implementasi pengelolaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi kunci tercapainya tujuan pembangunan secara efektif dan efisien.

Kabupaten Agam, dengan segala potensi yang dimilikinya, terus mengembangkan berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan bimtek internalisasi SPIP melalui Penilaian Risiko ini, kami harapkan dapat memberikan kontribusi guna peningkatan nilai dan level SPIP Kabupaten Agam menuju point 5,” kata Edi Busti mewakili sambutan Bupati Agam itu.

Bupati meminta kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan peserta agar dapat berkomitmen dan serius mengikuti bimtek ini dan mengimplementasikan materi yang diperoleh guna peningkatan pengelolaan SPIP.

“Seluruh OPD kami harapkan terus berperan aktif dan berkolaborasi guna mencapai tujuan pembangunan daerah,” harap Sekdakab Edi Busti.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Agam Rahmad Lasmono, AP., S.Sos., M.AP., menjelaskan, bahwa kegiatan ini didasarkan pada amanat beberapa regulasi terkait, termasuk peraturan pemerintah dan keputusan bupati.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian intern pemerintah, dengan mengintegrasikan manajemen risiko pada dokumen perencanaan,” jelasnya.

Rahmad sebut Poin utamanya adalah penerapan manajemen risiko dan pengedalian intern dalam proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan program kegiatan.

“Manejemen resiko dan pengedalian intern merupakan upaya antisipasi terhadap keterbatasan anggaran dan keselarasan antara program kegiatan yang disusun dengan RPJMD,” sebutnya.

Rahmad menambahkan, dalam rangka mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini melibatkan 28 fungsional perencana/bagian perencanaan dari seluruh organisasi perangkat daerah kabupaten, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten Agam, dan perencana Bappeda.

“Narasumber berasal dari Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sumatra Barat, yaitu Dola Indrayani Putri, SE, dan Ibu Rengga Anjelia, SE,” imbuhnya.

Dalam penyelenggaraan bimtek ini, muatan materi didesain aplikatif melalui teknis penyusunan manajemen risiko pada dokumen perencanaan OPD dan Pemda, evaluasi, serta praktek evaluasi dan penilaian SPIP.

“Keberhasilan implementasi dan integrasi SPIP diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan nilai dan level SPIP Kabupaten Agam,” harapnya.

Pihaknya berharap, para peserta juga dapat berkomitmen dan serius mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) ini serta mengimplementasikan materi yang diperoleh guna peningkatan pengelolaan SPIP.

“Kolaborasi aktif dari seluruh OPD diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mencapai tujuan pembangunan daerah yang lebih baik ke depan,” harap Rahmad Lasmono menutup. (Warman/IKP Diskominfo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here