Onlinekoe.com | Jakarta — Selain keliling memberikan arahan jajaran Ditlantas, Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Fadil Imran memberikan arahan kepada Perwira Biro Ops Polda Metro Jaya dan Para Kabag Ops Polres Metro, Selasa (25/10/2022).
Arahan diberikan sebagai tindaklanjut arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada pejabat utama Mabes Polri, 33 Kapolda dan Kapolres Metro/Kapolrestabes/Kapolresta/Kapolres seluruh Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022) lalu, agar terlaksana tindakan dan program konkrit di jajaran Polda Metro Jaya.
Pada arahan yang dilaksanakan di Command Center lantai 3 Gedung Biro Ops Polda Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Fadil Imran didampingi Wakapolda Brigjen (Pol) Hendro Pandowo, Irwasda, Karo SDM, Kabid Humas, Kabid Propam, Karo Ops, dan diikuti oleh 47 Personel Perwira Biro Ops Polda Metro Jaya dan Para Kabag Ops Polres Metro jajaran sebagai pengemban fungsi pengendalian operasi sebagai satuan pengumpul pengolah dan penyaji data agar operasi kepolisian rutin bisa berjalan secara efektif dan efisien
Kapolda mengatakan, di era sekarang adalah Era kemajuan teknologi, dimana masyarakat saat ini sudah sedemikian pesat perkembangannya. Harapan masyarakat saat ini ingin polisi segera hadir di tengah-tengah masyarakat
“Salah satu cara untuk merespon cepat adalah dengan hadirnya Command center menjadi sarana untuk mendekatkan kita melakukan respon dengan cepat terhadap apa yang masyarakat harapkan,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Fadil Imran.
Lebih lanjut Kapolda mengatakan, ada kecenderungan masyarakat untuk melapor setiap peristiwa melalui media sosial. Contoh yang paling sederhana adalah salah satu bentuk partisipasi masyarakat melapor melalui media sosial seperti informasi kemacetan, informasi tawuran, informasi peredaran gelap narkotika, informasi premanisme serta informasi pelaku curanmor hingga persoalan-persoalan kecil seperti jalan berlubang dan sebagainya.
“Jadi masyarakat sekarang itu apabila ada kejadian berharap harus ada respon cepat dari Kepolisian, maka yang diperlukan sekarang adalah sensitifitas kepekaan personel saat ini respons kita masih dianggap lambat oleh masyarakat, terhadap fenomena yang mengganggu kamtibmas masyarakat, agar lakukan penanganan secara responsive sesuai dengan prosedur maupun SOP dan jangan ragu-ragu.Ini adalah tantangan buat kita semua,” ujar Kapolda lagi.
Kapolda berharap agar keberadaan command Center di Polres Jajaran benar-benar optimal dan terintegrasi dengan satker atau unit pelaksana di lapangan.
“Kita punya Tim Patroli Perintis Presisi, Patroli Kota, Patroli Lalu-Lintas, dan kita juga punya bhabinkamtibmas. Apabila semua diefektifkan bisa terwujud sesuai harapan masyarakat,” papar Kapolda.
Lebih lanjut Kapolda menambahkan, pihaknya memerintahkan untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan berbagai pelayanan kepolisian berbasis teknologi, permudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kepolisian, jangan dipersulit.
Agar Personel Ro Ops dapat benar-benar menguasai materi perkembangan situasi Kamtibmas, kata Kapolda, kompetensi perwira maupun anggota agar dioptimalkan, khususnya dalam pelaporan dan pengecekannya di kewilayahan (cek personel, pelayanan dan tahanan). “Menghidupkan dan membangun ekosistem command center yang terintegrasi antar satker dan polres jajaran Polda Metro Jaya, Mampu untuk memberikan quick response dan excellence response kepada masyarakat dalam mendatakan laporan masyarakat,”ujarnya.
Lebih lanjut Kapolda juga berharap agar tersedianya data yang holistik mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengarsipan.
“Tanpa data, informasi tidak bisa tercipta dan tanpa informasi, data menjadi tidak berguna. Oleh karena itu, Roops sangat dibutuhkan untuk mengolah dan menyajikan data,” ujar Fadil Imran.
Dalam kesempatan tersebut Kapolda Irjen (Pol) Fadil Imran melakukan peninjauan langsung ke ruang Command Center Polda Metro Jaya.
(Alex)







