Beranda Sumatera Barat Peresmian Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr.M.Djamil, Ini Harapan Mahyeldi

Peresmian Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr.M.Djamil, Ini Harapan Mahyeldi

Onlinekoe.com | Padang – Peresmian Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M.Djamil digelar di Mercure Hotel Padang, Minggu (21/9/2025). Dengan mengusung Tema “Hidup Sehat dengan Satu Ginjal.”

Gubernur Mahyeldi, menyampaikan Apresiasi dan terima kasih atas kontribusi luar biasa RSUP Dr.M Djamil. Amanat UU Nomor: 17/2023: negara wajib menyediakan layanan kesehatan, termasuk transplantasi organ.

Ia menjelaskan Unit transplantasi sangat strategis, bukan hanya untuk Sumbar, tapi juga rujukan utama Sumatera bagian tengah.

“Unit pertama di Sumatera bagian tengah (di luar Medan & Palembang),” kata Mahyeldi dalam keterangannya.

Ia sebut manfaatnya jarak lebih dekat, biaya lebih ringan, akses lebih cepat. Kemudian tantangannya adalah SDM medis, fasilitas operasi, laboratorium imunologi, bank darah, layanan pasca-transplantasi.

Gubernur juga Apresiasi dukungan Kemenkes, tenaga medis, RSUP Dr.M.Djamil, akademisi, dan mitra.

Semoga ini dapat menurunkan angka kematian, tingkatkan kualitas hidup pasien di Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi.

“Kita berharap pengukuhan Padang–Sumbar sebagai “Center of Excellence” layanan kesehatan Indonesia barat,” harapnya.

“Dengan komitmen: pelayanan kesehatan merata, berkualitas, terjangkau,” tambah gubernur.

Lebih lanjut Gubernur mengungkap data/capaian Riskesdas 2018: prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia 0,38% (\~1 juta penduduk).

Kemudian Indonesian Renal Registry (IRR) 2023: lebih dari 150 ribu pasien aktif cuci darah (hemodialisis) di Indonesia.

“Sumbar (2024): gagal ginjal penyebab kematian keempat setelah DM, jantung, stroke. Data BPJS 2024: gagal ginjal kasus katastrofik ke-4 di Sumbar (25.566 kasus) dengan beban biaya Rp 81,1 miliar,” terangnya.

Selanjutnya Dirut RSUP Dr. M.Djamil, menjelaskan sejak 2015, telah dilaksanakan 31 prosedur transplantasi ginjal. Unit transplantasi menjawab kebutuhan mendesak: akses lebih dekat, biaya lebih ringan, waktu tunggu lebih singkat.

Tantangan: ketersediaan obat, donor, serta edukasi masyarakat tentang donasi organ. “Transplantasi ginjal bukan hanya tindakan medis, melainkan perwujudan nilai kemanusiaan, empati, kebersamaan, kasih sayang,” ucapannya.

Pihaknya berharap layanan dapat ditingkatkan lebih terstruktur, berkesinambungan, dan modern.

“Kita targetkan RSUP Dr. M Djamil berkembang jadi pusat transplantasi organ Indonesia bagian barat,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr.Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS. menyebut RSUP Dr.M Djamil adalah RS Kemenkes dengan pertumbuhan cepat dan salah satu yang terbaik.

“Ini perlu dukungan gubernur, bupati/wali kota, forkopimda untuk program cek kesehatan gratis,” ujarnya.

Azhar lebih lanjut menjelaskan ada lima penyakit utama penyebab kematian: jantung, stroke, kanker, ginjal, kematian ibu & anak.

“Ya, ini penting edukasi pada masyarakat agar bersedia menjadi pendonor organ,” tegasnya.

Pihaknya berpesan, keuntungan RS Pemerintah jangan dijadikan PAD, tapi untuk subsidi pasien tidak mampu, perbaikan, pengadaan peralatan canggih, dan pengembangan rumah sakit.

Dihadir oleh Dirjen Keslan Kemenkes RI, Gubernur Sumatera Barat, Anggota DPR RI Dapil Sumbar Shadiq Pasadigoe, Forkopimda Sumbar, Ketua Dewas RSUP Dr. M Djamil, Dirut RSUP Dr. M Djamil, Bupati Solok Selatan, Bupati Pesisir Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Kepala DPMPTSP Sumbar. (Warman/Adpsb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini