Beranda Sumatera Barat R3P Rampung, Mahyeldi Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumbar

R3P Rampung, Mahyeldi Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumbar

Onlinekoe.com | Padang – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, mendorong percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra Barat (Sumbar) setelah dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dinyatakan tuntas.

Hal itu disampaikan Mahyeldi, saat pertemuan dengan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, di Ruang Rapat Gubernuran, pada Jumat (9/1/2026).

Mahyeldi mengatakan, dokumen R3P Sumbar telah diselesaikan secara menyeluruh, disepakati bersama pemerintah kabupaten/kota, dan telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dokumen R3P sudah tuntas dan kemarin telah kami serahkan ke BNPB melalui Sekretaris Utama,” kata Mahyeldi dalam keterangannya.

Ia menegaskan, percepatan tindak lanjut R3P sangat penting agar proses pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan. Keterlambatan, menurut Mahyeldi, berpotensi memperpanjang dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat terdampak.

“Karena itu, kami sangat berharap dukungan dan pengawalan dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan agar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar bisa segera dilaksanakan,” harapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin menyampaikan pihaknya akan mempelajari dokumen R3P yang telah disampaikan Pemprov Sumbar melalui BNPB.

Ia menjelaskan, pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya akan menggunakan skema hibah nasional, sesuai dengan regulasi keuangan terbaru, guna mengatasi keterbatasan fiskal daerah dalam membiayai kebutuhan yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

“Koordinasi dan komunikasi yang lancar antara pemerintah pusat dan daerah terdampak menjadi kunci, agar proses pemulihan tidak terfragmentasi dan seluruh sektor terdampak dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan,” tuturnya. (Warman/adpsb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini