Semarang – Radical Corps Band – 32 tahun menyuarakan silau dan legamnya kondisi sosial dengan lantang. Peristiwa budaya ini patut dirayakan dengan lahirnya karya yang direkam secara live audio maupun visual.
Band bergenre thrash metal asal Semarang, Radical Corps, baru saja berulangtahun yang ke-32 dan merayakannya dengan merekam ulang 12 lagu dari 3 album terdahulu plus unreleased demo.
Album dengan versi live session ini bertitel : RADICAL CORPS // METATRAX 2024: Re-imagined, Repertoire, Past and Beyond. 32 Years of Resistance yang merekam ulang 12 lagu versi baru ini telah dirilis dalam bentuk audio visual dan segera bisa dinikmati melalui semua platform musik daring.
Band yang digawangi Rudy Murdock (Gitar & Vokal), Nopi (Gitar), Novelino Adam (Bass Gitar) dan Yustinus (Drum) ini segera merilis single yang dipilih menjadi ‘single pertama’ adalah “Rage Against The System”, diambil dari album ke-3 mereka, “State of Emergency”.
Single tersebut dipilih sebagai rilisan pertama karena alasan yang cukup simple dan pas, sesuai dengan kondisi sosial politik di Indonesia saat ini.
“Sistem dan hukum yang dikuasai para penguasanya mengakibatkan kegagalan fundamental dalam bernegara, cacat demokrasi, terjebak dalam ketidakadilan dan ketimpangan penegakan hukum,” tutur Rudy Murdock dalam rilisnya.
Lalu bagaimana dengan single lainnya? Tentu saja akan dirilis secara bertahap. Salah satu nafas segar pada mini album yang akan rilis tersebut, band yang lahir pada 20 Mei 1992 tersebut berkolaborasi dengan solois wanita asal Semarang, Rahmanika, untuk single “Displace Person”.
Dengan eksistensi selama 32 tahun menyerukan getirnya kondisi sosial lewat musik, Radical Corps telah merangkumnya dalam beberapa album dan kompilasi, yakni UNSOLVED OF EUPHONY DESTRUCTION (1998), BORN IN THE LAND OF HATE (2003), STATE OF EMERGENCY, Panggilan Pulau Puaka (1998, psychic scream record Malaysia), Metalik Klinik 3 (2000, Rotocorp/ Musica), dan Sepultribe (2003).
Selama 3 dekade tersebut, lagu-lagu mereka masih bisa menggambarkan kondisi yang terjadi dimasa sekarang, tahun 2024.
Sebut saja “School for a Fool”, “State of Emergency”, “Murder Age” atau “The World We Created”.
“Ini membuktikan bahwa memang tidak ada perubahan signifikan pada kondisi sosial, politik, dan lingkungan kita,” ujar Rudy.
Proses rekaman yang telah dimulai sejak April 2024 menghasilkan lagu-lagu lama dengan versi baru, yang tentu saja dengan nafas yang lebih segar, gahar dan membara.
”Mari kita tunggu dengan gegap gempita.´ujar Rudy Murdock optimistis. (Heru Saputro)