Semarang – Trio Vintage asal Yogyakarta tampil memukau dalam gelaran konser “Echoes of Life” # 6.Gelaran konser yang dinisiasi Maxi Brain Academy bareng Ajendam IV Diponegoro ini ditaja di Maxi Brain Academy Hall, Jalan Rinjani 18 Semarang, Kamis (22/08/2024).
Trio Vintage yang punggawanya terdiri dari Heni Dwi Paryati (Vokalis), Lala Nazila (Violis) dan Ike Kusumawati (piano) menyajikan repertoar yang ciamik dan menarik.
Para perempuan paruh baya ini tampil dengan penuh semangat dan powerfull. Usia tak menjadi penghalang bagi Trio Vintage untuk tampil indah dan berkualitas. Perfomancenya mengejutkan dan ciamik.
Kehadiran Trio Vintage memberi warna lain pada gelaran seri konser yang digelar Maxi Brain sepanjang tahun 2024 ini. Trio Vintage yang semula bernama “Kwartet Reunion” saat Yulius Istarto bergabung ini membuka pertunjukannya dengan mempersembahkan komposisi Motette : Exsultate, Jubilate karya W.A. Mozart dengan indah.
Selanjutnya repertoar Standchen (Serenade) karya Schubert juga dimainkan dengan ciamik menyita perhatian audien.
Menyusul repertoar Liebe, du Himmel auf erden karya F Lehar dimainkan. Pamungkas sesi pertama Lala (Biola) dan Ike (Piano) memainkan repertoar For Una Cabeza karya Carlos Gardel for Violin dan Piano yang diaransir Cesar Maderra.
Setelah jeda rehat pada gelaran konser sesi kedua Trio Vintage kembali mempersembahkan karya Mozart bertajuk : Aria Lamero.
Selanjutnya, Trio Vintage memainkan komposisi bertajuk “Kau Dewa – ku” karya Singgih Sanjaya yang khusus diciptakan untuk kelompok “Trio Vintage”.
Kemudian Lala pada biola dan Ike pada piano mempersembahkan komposisi Vuelvo A Sur for Violin and Piano karya astor Piazzola: transkrip oleh Guntur Nur Puspito. Selanjutnya Trio Vintage mengusung repertoar Song my Mother Taughat Me karya Anton Dvorak.
Pada pamungkas sesi kedua Trio Vintage memainkan karya W.A Mozart bertajuk Zeffiretti Lusinghiere from opera Idomineo. Tetapi kemudian Trio Vintage memainkan sebuah komposisi yang secara khusus dipersembahkan untuk keluarganya yang hadir dalam konser itu.
Owner Maxi Brain Academy Pauline Wonoadi mengatakan gelaran konser Echoes of Life (Gema Kehidupan) sudah memasuki gelaran yang keenam. Konser ini bertujuan untuk memperkenalkan, mengedukasi, dan meningkatkan apresiasi masyarakat Semarang terhadap musik klasik.
Menurut Pauline mengapresiasi musik bukanlah sekadar mendengarkan suara yang indah, melainkan meresapi juga kekayaan seni yang menjadi pencerminan kehidupan itu sendiri.
Melalui serangkaian nada, musik kita bisa membangun jembatan tak terlihat di antara kita, menghubungkan hati dan pikiran melalui getaran-getaran yang menciptakan keajaiban dan juga toleransi. Mari kita gemakan kehidupan ini dengan musik. Hidup akan lebih hidup dengan musik sebelum konser.
“Pada Konser “Echoes of Life” #6 ini Maxi Brain Academy menghadirkan Trio Vintage “ dari Yogyakarta. Konser ini memberi warnai tersendiri dalam seri “Konser Echoes of Life”,“ tandas Pauline.
Sebelum konser sesi kedua dimulai Kapten Caj Bambang Perspra Ajendam IV Diponegoro mewakili Kaajendam IV/Diponegoro Kolonel Caj Yudi Wahyudi, S.E., M.M menyampaikan sangat mengapresiasi gelaran seri konser “Echoes of Life” yang digelar Maxi Brain Academy.
Maxi Brain Academy menggandeng Ajendam IV Diponegoro dengan konsiten menggelar konser berupaya mengedukasi dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik klasik.
“Musik selain sebagai hiburan juga bisa untuk menumbuhkan keberagaman. Lewat musik kita bisa bersatu, saling menghargai dan toleransi satu sama lain. Di Angkatan Darat juga ada Ajendam yang mengurusi musik. Jadi AD tak hanya mengurusi persoalan perang, ” ujar Kapten CAJ Bambang.
Tentang Trio Vintage
Trio Vintage ini personilnya semua alumni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Semula membentuk Kelompok “Kwartet Reunion” beranggotakan 4 personil yaitu; Heni Dwi Paryati , dan Yulius Istarto (Vokalis), Lala Nazila (Biola) dan Ike Kusumawati (Piano).
Setelah Yulius Istarto (Vokalis) keluar karena kesibukannya membentuk Kelompok Trio Vintage. Pasalnya, karena anggotanya tinggal 3 orang yang aktif. Menurut Lala Trio Vintage merupakan sebuah kelompok yang unik, karena anggotanya ibu-ibu paruh baya yang usianya di atas 55 tahun.
“Usia oleh tua tetapi semangat kami bermusik tak kalah dengan yang muda-muda. Di tengah kesibukan masing-masing personilnya mengajar vocal, biola dan piano tetap konsisten berlatih dan belajar bersama,” ujar Lala mewakili Trio Vintage.
Ike Kusumawati menambahkan para anggotanya ingin menjadi tua dan berkarya. Bahagia karena dapat membahagiakan orang lain lewat musik. Trio Vintage tampil dalam Ascolate #35 secara online pada 6 Maret 2021. Kemudian mengisi acara Hari Musik Nasional pada 9 April 2021 di Auditorium ISI Yogyakarta yang diselenggarakan KA AMISI.
“Karena kesibukan masing-masing personil jarang bertemu. Tapi semangat untuk bermain musik selalu dipelihara dengan latihan bersama secara berkala jadwal, personil dari Jakarta Lala Nazila,” terang Ike Kusumawati. (Christian Saputro)