Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerukan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan di era kecerdasan artifisial (AI). Pesan itu disampaikan melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, saat mewakili dirinya menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Sisfotek 9 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Nusantara Provinsi Kepulauan Riau, di Aula Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Jumat (7/11/2025).
Dalam forum bergengsi yang dihadiri ratusan peserta, mulai dari mahasiswa Politeknik Negeri Batam, mahasiswa teknik informatika, komunitas GERMAS Kota Batam, hingga peserta dari luar daerah secara daring, Rudi menyampaikan pesan tegas dari Wali Kota Batam agar generasi muda tidak hanya melek teknologi, tetapi juga beretika dan bertanggung jawab secara digital.
Kecerdasan artifisial membawa perubahan besar dalam kehidupan. Namun, kemajuan ini harus diimbangi dengan integritas komunikasi yang menjunjung adab, moral, dan tanggung jawab di ruang digital,” ujar Rudi menyampaikan pesan Wali Kota.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam berkomitmen meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu menggunakan teknologi secara produktif, aman, dan beretika.
Dalam berbagai kesempatan, Pak Wali selalu mengingatkan bahwa teknologi secanggih apa pun harus tetap berpihak pada kemanusiaan. Etika digital menjadi benteng agar kemajuan teknologi tidak menggerus nilai moral,” tambahnya.
Selain Rudi Panjaitan, seminar tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, antara lain Prof. Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Kom. (Deputi Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta) dan Prof. Dr. Mohamad Zaky bin Noh (Dekan Pascasarjana Universitas Tun Hussein Onn, Malaysia). Mereka membedah berbagai topik tentang penguatan sumber daya manusia dalam era transformasi digital berbasis AI.
Acara turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Dirjen Penempatan Kementerian P2MI, Ketua Umum IAII Nusantara Ir. Hariyono, ST., M.Kom., serta Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepri.
Dalam paparannya, Rudi juga mengangkat potensi besar ekonomi digital nasional. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, nilai ekonomi digital Indonesia kini telah menembus lebih dari USD 90 miliar, dan diproyeksikan melonjak menjadi USD 360 miliar pada tahun 2030.
Potensi sebesar ini hanya bisa dicapai jika generasi muda menjadi motor penggerak perubahan digital yang positif. Anak muda Batam harus mampu menjadi pelaku dan inovator, bukan sekadar pengguna teknologi,” tegas Rudi.
Lebih lanjut, ia mengutip laporan World Economic Forum (WEF) yang memproyeksikan pada tahun 2030 akan muncul 170 juta jenis pekerjaan baru, sementara 92 juta pekerjaan lama akan tergantikan oleh otomatisasi dan AI. Karena itu, Rudi mengajak para lulusan perguruan tinggi dan sekolah kejuruan di Batam untuk menyiapkan diri menghadapi era transformasi kerja tersebut.
Jangan takut menghadapi kemajuan teknologi. Justru kita harus menguasai dan mengelaborasi teknologi informasi dengan optimisme, kompetensi, dan integritas,” pungkasnya.
Melalui pesan yang disampaikan Kepala Diskominfo, Wali Kota Batam berharap momentum Rakornas IAII dan Seminar Nasional Sisfotek 9 ini dapat memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri dalam membangun ekosistem digital yang beradab, inovatif, dan beretika di Kota Batam — pusat pertumbuhan ekonomi dan teknologi di wilayah barat Indonesia. (*)
Editor : Anwar







