
Onlinekoe.com, (TANJUNGPINANG) – Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA PERSIS) Tanjungpinang–Bintan mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sembari mendesak aparat untuk menuntaskan kasus hingga ke akar pelaku dan aktor intelektualnya.
PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan menilai langkah Polda Metro Jaya yang telah menampilkan wajah terduga pelaku berdasarkan rekaman CCTV sebagai bentuk keseriusan dalam penegakan hukum. Kepolisian juga memastikan bahwa bukti visual tersebut merupakan data otentik tanpa rekayasa.
Dalam perkembangan terbaru, aparat telah mengidentifikasi dua terduga pelaku berinisial BHC dan MAK. Bahkan, kepolisian menyebut jumlah pelaku diduga lebih dari dua orang dan masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.
Ketua PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, menyatakan bahwa keterbukaan informasi yang dilakukan kepolisian merupakan langkah maju di tengah tingginya perhatian publik terhadap perlindungan aktivis dan penegakan hukum.
“Kami mengapresiasi langkah kepolisian yang telah secara transparan membuka bukti dan identitas pelaku. Ini menunjukkan bahwa negara tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan,” ujarnya.
Meski demikian, HIMA PERSIS menegaskan bahwa pengungkapan identitas pelaku bukanlah akhir dari proses hukum. Mereka mendesak aparat untuk segera melakukan penangkapan serta mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik aksi tersebut.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada tahap identifikasi. Harus ada langkah cepat menuju penangkapan dan pengungkapan jaringan di balik aksi ini,” lanjutnya.
HIMA PERSIS juga menilai kasus penyiraman air keras ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan sipil. Kekerasan terhadap aktivis dinilai sebagai bentuk intimidasi yang berpotensi merusak tatanan hukum dan hak asasi manusia.
Sebagai organisasi kepemudaan, PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk ikut mengawasi jalannya proses hukum agar tetap transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
“Kami ingin memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan, bukan hanya ditampilkan,” tutupnya. (***)
Editor: Anwar






