Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Tokoh Kepri Pardamean Halomoan Sitanggang Meninggal Dunia, Jejak Pengabdian untuk Pendidikan, Politik,...

Tokoh Kepri Pardamean Halomoan Sitanggang Meninggal Dunia, Jejak Pengabdian untuk Pendidikan, Politik, dan Masyarakat Dikenang

Pardamean Halomoan Sitanggang, tokoh masyarakat Kepulauan Riau, pendidik, dan mantan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Riau yang wafat pada Rabu (8/7/2026). Foto: doc. istimewa kenangan

TANJUNGPINANG, Onlinekoe.com – Kabar duka menyelimuti masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Tokoh senior Kepri, Pardamean Halomoan Sitanggang, meninggal dunia pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 08.45 WIB, di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSAL Tanjungpinang setelah menjalani perawatan intensif akibat gangguan kesehatan yang dideritanya. Kepergian pria yang dikenal sebagai pendidik, mantan legislator, dan aktivis organisasi kemasyarakatan itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat yang mengenalnya.

Pardamean Halomoan Sitanggang lahir di Balige, Sumatera Utara, pada 6 Juli 1953. Selama lebih dari empat dekade, ia dikenal sebagai sosok yang aktif mengabdikan diri di dunia pendidikan, politik, organisasi kemasyarakatan, hingga kegiatan olahraga di Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang.

Riwayat pendidikannya dimulai dari SR Negeri Sipirok yang diselesaikan pada 1965, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Sipirok pada 1968. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Setia Dharma Pekanbaru dan lulus pada 1977. Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan di PGSLP Bahasa Inggris Padang pada 1979.

Karier pengabdiannya dimulai saat dipercaya menjadi Ketua Senat Mahasiswa IKIP Padang pada 1978–1979. Setelah itu, ia mengabdikan diri sebagai guru di SMP Negeri Tambelan pada 1979–1981. Dedikasinya di dunia pendidikan terus berlanjut ketika menjadi Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 4 Tanjungpinang selama 2000–2014.

Di bidang politik, Pardamean aktif sebagai anggota Partai Golkar pada 1982–1999. Ia kemudian dipercaya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Riau selama dua periode, yakni 1992–1997 dan 1997–1999. Kiprahnya sebagai wakil rakyat dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif memperjuangkan berbagai aspirasi pembangunan daerah.

Selain dunia politik, almarhum juga memiliki peran penting dalam berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Batak (IKB) selama 1992–2009, Ketua Jubileum 50 Tahun HKBP Kampung Baru Tanjungpinang pada 2001, serta menjadi anggota Badan Pekerja Pembentuk Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) pada 2002 yang turut berkontribusi dalam proses pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Pada 2004, ia dipercaya sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Tanjungpinang. Sejak 2011, Pardamean juga menjadi Penasehat Rumpun Batak Bersatu (RBB) dan Penasehat Pemuda Batak Bersatu (PBB). Kemudian pada 2019, ia dipercaya sebagai Penasehat Pelayanan Masyarakat Batak Kristen (PEMBAKRIS).

Kecintaannya terhadap dunia olahraga juga terlihat dari keterlibatannya sebagai Anggota Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Provinsi Riau, wasit kejuaraan tinju di Tanjungpinang, serta juri lomba gerak jalan yang kerap digelar di daerah tersebut.

Perjuangan Melawan Penyakit

Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Pardamean Halomoan Sitanggang terus menurun. Berdasarkan informasi keluarga, ia menjalani operasi dan perawatan di RSAL Tanjungpinang sejak 29 Mei hingga 14 Juni 2026. Setelah kondisinya membaik, ia diperbolehkan menjalani rawat jalan dan kembali ke rumah pada 15 Juni 2026.

Namun, pada 27 Juni 2026, kondisinya kembali menurun akibat tubuh yang lemas disertai sesak napas sehingga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSAL Tanjungpinang. Saat itu, ia kembali menjalani perawatan intensif dan mendapatkan transfusi darah hingga kesehatannya sempat membaik.

Memasuki 4 Juli 2026, sesak napas kembali menyerang sehingga ia dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, Pardamean Halomoan Sitanggang mengembuskan napas terakhir pada 8 Juli 2026 pukul 08.45 WIB di ICU RSAL Tanjungpinang.

Sosok yang Dikenang

Kepergian Pardamean Halomoan Sitanggang meninggalkan jejak panjang pengabdian bagi dunia pendidikan, pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, dan kehidupan sosial di Kepulauan Riau. Rekan sejawat dan masyarakat mengenangnya sebagai pribadi sederhana, berintegritas, aktif membangun kebersamaan, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan masyarakat.

Warisan pengabdian yang telah ditorehkannya menjadi bagian dari perjalanan sejarah pembangunan Kepulauan Riau dan akan terus dikenang oleh keluarga, sahabat, serta masyarakat yang pernah merasakan dedikasi dan ketulusannya dalam melayani sesama. (Anwar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini