
BINTAN, Onlinekoe.com – Wihara Guang Tian Xiang Ti menggelar sembahyang keselamatan kampung di Se-Kuning dan sekitarnya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 17–18 Oktober 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memanjatkan doa demi keselamatan kampung, kelancaran rezeki, kemakmuran, serta terjaganya kerukunan dan kebersamaan antarwarga.
Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat Se-Kuning dan sekitarnya tampak berbondong-bondong menghadiri kegiatan tersebut. Mereka mengikuti rangkaian sembahyang dengan penuh antusias dan khidmat.
Sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa dari Batam, Tanjungpinang, dan Bintan turut hadir. Kehadiran para tokoh dan masyarakat dari berbagai daerah itu menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.
Bagi masyarakat setempat, sembahyang keselamatan bukan sekadar ritual keagamaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga hubungan antarmasyarakat, serta menumbuhkan harapan akan kehidupan kampung yang semakin baik.
Ketua Pelaksana Sembahyang Keselamatan, Atek, mengatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap tahun kita mengadakan sembahyang keselamatan ini agar kampung kita dijauhkan dari marabahaya, rezeki lancar, dan masyarakat hidup rukun dan damai,” ujar Atek.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjaga kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan sosial yang telah terjalin selama ini.
Harapan serupa disampaikan masyarakat yang menginginkan Se-Kuning dan wilayah sekitarnya semakin maju dan makmur. Mereka juga berharap semangat persatuan dan kerukunan terus terpelihara di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kemajuan sebuah kampung tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekompakan warganya dalam menjaga keharmonisan dan saling mendukung.
Dengan semangat kebersamaan itu, sembahyang keselamatan di Wihara Guang Tian Xiang Ti diharapkan terus menjadi tradisi yang mempererat persaudaraan masyarakat Se-Kuning dan sekitarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung lancar, aman, dan penuh kebersamaan. Masyarakat pun berharap doa dan rasa syukur yang dipanjatkan menjadi penguat semangat untuk membangun kehidupan kampung yang lebih sejahtera, rukun, dan damai. ( Anwar)






