Onlinekoe.com, Bogor — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengoperasikan moda transportasi trem rupanya mendapat penolakan keras dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) setempat.
“Kita akan tolak rencana tersebut. Sudah menjadi kebiasaan setiap rencana proyek masyarakat tidak dilibatkan. Tiba tiba muncul,” kata ketua Organda Kota Bogor Moch Ischak AR yang ditemui Jumat (23/8)
Penolak tegas atas wacana Pemkot menerapkan kebijakan pengadaan trem dari bantuan hibah Belanda itu, diyakini hanya akan menambah permasalahan baru di sejumlah ruas jalan yang ’cuma segitu-gitunya’.
Belum lagi tandas Ishak ’trayek’ jalan trem yang bersinggungan dengan banyak trayek angkot yang juga lewat di jalan yang sama. Sehingga ada kekhawatiran nantinya trem bisa ’membunuh’ perlahan para pengusaha angkot, di kota hujan ini.
”Rencana pengadaan trem itu tidak melihat kondisi eksisting jalanan. Sedangkan kapasitas jalan cuma segitu-gitunya, tak ada penambahan. Sekarang saja macet, apalagi kalau ada trem?” papar Ischak
Pengadaan trem tutur Ischak hanya menguntungkan investor besar atau asing, namun mengabaikan pengusaha kecil seperti para pengusaha angkot. Meski sifatnya hibah, harusnya pemkot melakukan kajian mendalam sebelum mendatangkan moda transportasi dengan rel khusus di badan jalan aspal eksisting.
Ketua Organda mencontohlan pengalaman DKI Jakarta yang pernah menerapkan moda transportasi trem di tahun 1960. Tidak berhasil pada akhirnya menghilang.
”Sebegitunya ibu kota yang punya sarpras jalan lebih besar. Ketimbang Kota Bogor yang tidak ada penambahan ruas jalan. Bisa badan jalan hilang oleh trem nantinya. Beberapa ruas jalan masih macet, apalagi kalau ada trem,” tegasnya.
Untuk itu pihaknya berharap Pemkot Bogor melakukan pengkajian mendalam sebelum mendatangkan trem. Para pengusaha angkot sudah mengikuti berbagai kebijakan dari Pemkot, mulai dari rerouting, konversi hingga pembentukan badan usaha, jelas Ischak.(Den)







