Beranda Pesisir Barat Proyek Normalisasi Pembangunan dan Pengamanan Sungai Way Krui Diduga Amburadul

Proyek Normalisasi Pembangunan dan Pengamanan Sungai Way Krui Diduga Amburadul

Onlinekoe.com – Proyek normalisasi pembangunan dan pengaman sungai way krui yang berlokasi di Pekon Sukabaru, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, diduga pembangunanya amburadul.

Bagaimana tidak, hasil temuan Onlinekoe Jumat 18/06/21. Proyek dengan nilai pagu,1,3 milyar lebih yang bersumber dari APBD murni kabupaten itu pembangunan bronjongnya memakai kawat kecil dan dicampur batu bulat  (batu mangga). Sehingga, kuat dugaan bronjong tersebut tidak akan bertahan lama, terlebih arus sungai way krui ketika banjir sangat deras.

Hen, selaku pengawas lapangan, mengatakan tidak tahu masalah pembangunan normalisasi dan pengamanan di pekon sukabaru karena ia mengaku bukan lagi pengawasnya dan ia juga sudah lama tidak kesitu, ujarnya saat dikonfirmasi Selasa 22/06/21.

Tapi anehnya ketika ditanya siapa pengawas sekarang, Hen lagi-lagi mengaku tidak tahu dan menyuruh media menanyakanya langsung ke dinas PU siapa pengawasnya.

“Saya tidak tahu pembangunan disitu (red proyek), karena bukan saya lagi. “Masalah pengawasnya sekarang gak tahu saya, silahkan tanya aja ke PU siapa pengawasnya”, dalih Hen.

Dikonfirmasi dihari yang sama, Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum, Ade, membenarkan jika pengerjaan bronjong di Pekon Sukabaru memakai kawat kecil dan dicampur batu bulat. Bahkan kata Ade, mereka pihak pemborong sudah pernah dipanggil DPRD pesibar. Dan hasilnya, karena mereka tidak mau dibongkar maka harga dari satuan pembangunan beronjong tersebut diturunkan dan diganti dengan  penambahan volumenya.

“Memang benar pengerjaan bronjong itu memakai kawat kecil dan dicampur batu mangga, bahkan sudah pernah dipanggil dewan. “Tapi karena mereka enggak mau dibongkar maka kita sepakat dengan mereka (pemborong), harga satuanya diturunkan sesuai dengan keadaan pembangunan bronjong dan diganti dengan penambahan volume,” jelas Ade. (Holil)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini