Onlinekoe.com | Nasional – Cendekiawan muslim, Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.Phil., M.A., CBE, terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2022-2025 yang ditetapkan di Jakarta, Rabu (18/5/2022). Azyumardi Azra dikenal sebagai cendekiawan muslim dan pernah menjabat rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.
Siapakah Beliau?
Dikutip dari Wikipedia dan tokohindonesia.com, Cendikiawan Muslim kelahiran Pariaman, Sumatera Barat itu, memulai karier pendidikan tinggginya sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982, kemudian atas bantuan beasiswa Fullbright, ia mendapakan gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University tahun 1988.
Ia memenangkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tetapi kali ini Azyumardi pindah ke Departemen Sejarah, dan memperoleh gelar MA pada 1989.
Pada 1992, dirinya memperoleh gelar Master of Philosophy (MPhil) dari Departemen Sejarah, Columbia University tahun 1990, dan Doctor of Philosophy Degree dengan disertasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama ini the Seventeenth and Eighteenth Centuries.
Perlu diketahui, ia merupakan orang Asia Tenggara pertama yang di angkat sebagai Professor Fellow di Universitas Melbourne, Australia (2004-2009), dan anggota Dewan Penyantun (Board of Trustees) International Islamic University Islamabad Pakistan (2004-2009). Bahkan, Pada tahun 2010, dia memperoleh titel Commander of the Order of British Empire, sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan menjadi ‘Sir’ pertama dari Indonesia.
Tantangan Kedepan Semakin Berat
Azyumardi tak menampik bahwa tantangan ke depan semakin berat. Tapi dia yakin, dengan pondasi yang diletakkan Bagir Manan dan Mohamad Nuh semakin yakin menjalankan amanah untuk memajukan dunia pers di Indonesia.
“Walaupun era kita ini era yang penuh distrupsi kekacauan, termasuk juga informasi seperti merosotnya peradaban, menghujat dan lain-lain. Kita mengharapkan sungguh-sungguh bantuan tegur sapa, kritiknya dan lainnya. Kita bisa melanjutkan bisa lebih baik lagi,” kata Azyumardi.
Kemerdekaan Pers
Sementara itu, mantan Ketua Dewan Pers, M Nuh, mengaku bahagia bisa mengakhiri masa bakti 2019-2022.
Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini mendukung kegiatan-kegiatan di Dewan Pers. Menurut dia, syahadatnya media adalah kemerdekaan pers.
“Kita enggak ingin kemerdekaan pers itu demi kemerdekaan itu sendiri tapi demi media berkualitas bangsa dan negara. Mau tidak mau kualitas jurnalis kita harus naik. Maka gagasan untuk menciptakan wartawan spesialis itu menjadi relevan. Agar media tidak hanya menyajikan data, tapi mampu sekaligus mengkonversi jadi informasi dan knowledge,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers diisi oleh M. Agung Dharmajaya, yang sebelumnya menjadi Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers periode 2019-2022.
Berikut daftar lengkap susunan Dewan Pers periode 2022-2025:
a. Ketua: Azyumardi Azra
b. Wakil Ketua: M. Agung Dharmajaya
c. Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers: Yadi Hendriana, Wakil: Paulus Tri Agung
d. Komisi Hukum dan Perundang-undangan: Arif Zulkifli, Wakil: Ninik Rahayu
e. Komisi Pendidikan dan Pengembangan Profesi: Paulus Tri Agung, Wakil Ketua: Yadi Hendriana
f. Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi: Ninik Rahayu, Wakil: Asmono Wikan
g. Komisi Hubungan Antarlembaga dan Luar Negeri: Totok Suryanto, Wakil: Arief Zulkifli
h. Komisi Pemberdayaan dan Organisasi: Asmono Wikan, Wakil: Sapto Anggoro
i. Komisi Pendanaan dan Sarana Organisasi: Sapto Anggoro, Wakil: Totok Suryanto
Ditemui seusai acara, Azyumardi Azra berjanji bakal melanjutkan langkah positif yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya. Serta berfokus dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas jurnalis Tanah Air.
“Pengurus Dewan Pers yang baru ini akan melanjutkan hal-hal yang positif, fondasi yang positif, yang sudah diletakkan oleh para ketua Dewan Pers sebelumnya,” kata Azyumardi saat ditemui di lokasi.
“Kita juga ingin meningkatkan kualitas jurnalis kita, kesejahteraan jurnalis kita, orang-orang pers, instansi pers yang terlibat di dalam berbagai kegiatan yang ada di dunia pers tersebut. Kita usahakan lebih terjaminlah kesejahteraannya, ” tambahnya.
Dia juga menyoroti banyak kantor media yang memutus hubungan kerja dengan karyawannya imbas pandemi COVID-19. Menurutnya, kesejahteraan jurnalis mesti diperjuangkan.
“Baik jurnalis maupun pegiat pers banyak sekali yang di PHK kan oleh perusahaan. Ini kelihatannya tidak mendapatkan perlindungan banyak yang disuruh pensiun dini tanpa mendapatkan jaminan, kesejahteraan,” ujarnya.
Selain itu, dia menyadari saat ini terjadi eskalasi politik menjelang Pemilu 2024. Oleh karena itu, dia berharap Dewan Pers dapat berperan sebagai mentor membimbing insan pers dalam menghadapi tahun politik.
“Sekarang saja sudah mulai terjadi proses peningkatan suhu politik karena adanya kepala daerah yang diangkat oleh Presiden maupun juga oleh Mendagri ya. Ini harus direspons oleh Dewan Pers agar bisa memberikan bimbingan kepada publik melalui berbagai media pers yang ada,” pungkas Azyumardi Azra.
(Alex)







