Onlinekoe.com, Mojokerto – Sebagai upaya peningkatan motivasi dan kapasitas para dosen dalam menulis buku ajar,Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al Hikmah Mojokerto menyelenggarakan Workshop Penu
Merujuk pada Undang undang No 14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen terutama merujuk pada pasal 60 dinyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban melakukan publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar.
“Publikasi ilmiah berperan penting dan menjadi salah satu indikator kemajuan bagi bangsa dan negara. Untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, perguruan tinggi mewajibkan calon lulusan S-1, S-2 dan S-3 di Indonesia memublikasikan karya ilmiahnya. Publikasi ilmiah dapat berupa jurnal nasional atau internasional, prosiding, buku ajar, buku referensi dan monograf serta poster” ujarnya.
Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan acara inti yaitu workshopdengan pembicara Mohammad Iksan, S.Pd. (CEO Media Guru Yogyakarta).Sebelum materi, beliaumemberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranyaworkshop yang merupakan langkah akselerasi dan empowering yang tepat dengan konsep andalannya SADOSABU(Satu Dosen Satu Buku) yang harus diselesaikan maksimal 1 bulan setelah pelatihan dilaksanakan. Beliaudalam paparannya, banyak memberikan motivasi, teori dan strategi menulis buku, sharing pengalaman dan kerjasama dengan penerbit.Dalam kesempatan kali ini, peserta mengambil giliran dalam berdiskusi dan mengkonsultasikan rencana naskah bahan ajar mereka, dan dilanjutkan dengan teknis menyusun buku ajar yang sebelumnya sudah dipersiapkan draftnya oleh masing-masing peserta.
Salah satu peserta workshop, mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para dosen karena dapat membantu mereka dalam menyusun buku bahan ajar dengan sangat baik seperti yang diharapkan STITNU Al Hikmah. Setelah ini, diharapkan dosen lebih bersemangat lagi dalam menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya sehingga ke depan buku-buku dosen STITNU Al Hikmah menjadi kebanggaan tidak hanya untuk dari lembaga tapi juga untuk bangsa Indonesia. (Christian Saputro)







