Beranda Batam Amsakar Ajak IKAPOLSRI Kepri Bersinergi Bangun Batam, Soroti Air Bersih, Banjir, dan...

Amsakar Ajak IKAPOLSRI Kepri Bersinergi Bangun Batam, Soroti Air Bersih, Banjir, dan Sampah

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Ikatan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya Kepulauan Riau (IKAPOLSRI Kepri) di Alio Beach Cafe & Restaurant, Minggu (1/3/2026). F/ist. Diskominfo Kota Batam

Onlinekoe.com, (BATAM) — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak Ikatan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya Kepulauan Riau (IKAPOLSRI Kepri) bersinergi membangun Batam, dengan menegaskan fokus Pemerintah Kota Batam pada penanganan air bersih, pengendalian banjir, dan pengelolaan sampah sebagai tiga isu strategis yang masih dalam proses pembenahan.

Komitmen memperkuat kolaborasi lintas elemen kembali ditegaskan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Ikatan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya Kepulauan Riau (IKAPOLSRI Kepri) di Alio Beach Cafe & Restaurant, Minggu (1/3/2026).

Dalam suasana Ramadan yang sarat makna, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang temu kangen antarsesama alumni, melainkan juga forum konsolidasi gagasan dan penguatan sinergi untuk mendukung pembangunan Kota Batam.

Amsakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, yang turut hadir dalam agenda silaturahmi tersebut.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh alumni dan pengurus untuk mempererat kebersamaan serta menjalin kemitraan yang lebih baik di Kota Batam,” ujar Amsakar.

Silaturahmi sebagai Energi Kolektif

Menurut Amsakar, silaturahmi bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan energi sosial yang harus dirawat. Dalam perspektif kepemimpinan, jejaring alumni dinilai memiliki potensi besar sebagai simpul kolaborasi lintas sektor.

“Energi silaturahmi ini harus kita rawat bersama. Insyaallah, jika kita terus menjaga silaturahmi, pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan lebih mudah,” katanya.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Pemerintah Kota Batam terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi, komunitas alumni, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga masyarakat.

Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat partisipasi publik sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang inklusif dan responsif.

15 Program Prioritas: Tiga Masalah Krusial Masih Dikebut

Dalam kesempatan itu, Amsakar memaparkan bahwa Pemko Batam saat ini menjalankan 15 program prioritas pembangunan. Sebagian besar telah berjalan sesuai tahapan perencanaan.

Namun, ia secara terbuka mengakui masih ada tiga isu strategis yang dalam proses penanganan intensif, yakni:

. Pelayanan air bersih

. Pengendalian banjir

. Pengelolaan sampah

Ketiga sektor tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar dan kualitas hidup masyarakat Batam.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar berbagai persoalan ini dapat segera ditangani dengan baik. Kami juga berharap dukungan untuk terus menyampaikan hal-hal positif demi kemajuan Kota Batam,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan pendekatan kepemimpinan kolaboratif yang mengedepankan keterbukaan dan partisipasi publik.

Wali Kota Pagar Alam: Alumni Adalah Kekuatan Sosial

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menilai kebersamaan antaralumni merupakan modal sosial yang besar dalam membangun komunikasi dan kontribusi nyata bagi daerah.

“Kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga hubungan kekeluargaan antaralumni. Silaturahmi ini bukan hanya mempertemukan secara personal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah dan masyarakat,” kata Ludi.

Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi jembatan penguatan sinergi antardaerah, khususnya antara Kota Pagar Alam dan Kota Batam, dalam berbagai sektor pembangunan.

Sinergi Alumni dan Pemerintah, Pilar Pembangunan Batam

Pertemuan tersebut memperlihatkan satu pesan utama: pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan jejaring sosial yang kuat. IKAPOLSRI Kepri, sebagai wadah alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi, dinilai berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah.

Bagi Batam, kota industri dan jasa yang terus tumbuh, kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci menghadapi tantangan klasik perkotaan seperti air bersih, banjir, dan sampah.

Ajakan Amsakar bukan sekadar retorika Ramadan. Ia adalah sinyal bahwa arah pembangunan Batam ke depan bertumpu pada sinergi — antara pemerintah, alumni, dan masyarakat. (Anwar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini